Uniknya Sendang Santen 'Peninggalan' Gempa Bantul 2006

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 25 Okt 2026 08:00 WIB
Warga saat bermain air di Sendang Santen di Pedukuhan Dukuh, Guwosari, Pajangan, Bantul, Sabtu (24/10/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Di Pedukuhan Dukuh, Guwosari, Pajangan, Bantul, terdapat mata air bernama Sendang Santen. Mata air ini disebut muncul setelah gempa bumi yang mengguncang Jogja 2006 silam, dan tidak pernah kering meski musim kemarau melanda.

Pantauan detikJogja, tampak warga yang didominasi anak-anak tengah bermain air di sumber mata air di Dukuh yang berada di pinggir sawah tersebut. Beberapa orang juga tampak tengah membasuh muka dengan air dari sumber air tersebut.

Ketua RT.06 Dukuh, Ngadiran, menceritakan sumber air yang masyarakat sebut dengan Sendang Santen itu muncul secara tiba-tiba. Di mana sumber air tersebut muncul setelah gempa tahun 2006.

"Jadi setelah gempa tahun 2006 itu muncul sumber air, di bawah pohon ada airnya," katanya kepada wartawan di Guwosari Pajangan, Bantul, Sabtu (24/10/2026).

Sumber air tersebut berasal dari bawah pohon. Warga kemudian menggali tanah agar bisa menampung air lebih banyak. Bahkan, warga memasang buis di sekitar pohon yang mengeluarkan air itu.

"Lalu sama warga dimanfaatkan untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari, ada sekitar 35 KK (kepala keluarga) yang memanfaatkannya," ujarnya.

Pemanfaatan itu, lanjut Ngadiran, berlangsung hingga saat ini. Warga juga saat ini menyebut sumber mata air itu dengan nama Sendang Santen.

"Karena selama kemarau airnya keluar terus dan bisa dimanfaatkan warga. Kenapa kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk mandi, karena untuk kebutuhan sehari-hari warga memanfaatkan sumur," ucapnya.

Saudara pemilik tanah yang muncul sumber air, Nurhuda (54), warga Dukuh mengaku bahwa sumber air tersebut saat ini telah mengalami pelebaran. Mengingat banyak warga yang memanfaatkannya.

"Untuk mandi yang jelas, termasuk saya mandi di sini karena airnya memang bening dan segar untuk mandi. Tapi untuk masak air saya belum pernah pakai air ini," katanya.

Nurhuda juga membenarkan bahwa sumber air itu muncul setelah gempa tahun 2006. Bahkan, Nurhuda mengklaim banyak warga yang memanfaatkan sumber air tersebut.

"Kalau dimanfaatkan seperti dipasang pipa untum kebutuhan air warga belum, karena kebanyakan warga punya sumur. Paling dimanfaatkan untuk mandi, mencuci dan mengairi lahan pertanian," ujarnya.

Pasalnya, aliran air dari sumber air itu warga alirkan ke lahan pertanian. Selain itu, warga juga menebar benih biota air di sumber mata air tersebut.

"Saya juga mengontrol sumber air ini hampir, hampir setiap hari karena kan saya kerap mandi di sini. Apalagi sumber air ini tidak pernah kering meski kemarau dan airnya segar," ucapnya.



Simak Video "Merasakan Keseruan di Mata Air Ninivala, Maluku "

(apu/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork