Kapanewon Pajangan, Bantul sudah tak merasakan hujan turun sejak Juni 2026. Warga pun memenuhi kebutuhannya dengan mengandalkan bantuan air bersih.
"Sejak bulan Juni itu sudah tidak turun hujan, jadi sampai saat ini ya mau jalan empat bulan," kata Panewu (Camat) Pajangan, Anjar Arintaka Putra, saat dihubungi wartawan, Senin (7/9/2026).
Anjar melanjutkan, situasi tersebut membuat beberapa Kalurahan mengalami krisis air. Misalnya, Kalurahan Guwosari yang telah mengajukan permintaan dropping air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dampaknya beberapa wilayah ada yang sudah kekurangan air. Seperti di salah satu ponpes (pondok pesantren) di Bungsing, Guwosari itu sudah minta dropping air 26 tangki dan sudah disalurkan," ujarnya.
Kalurahan yang terdampak lainnya, lanjut Anjar, adalah Kalurahan Triwidadi. Beberapa sumur warga di sana mulai mengering.
"Terus yang lainnya di wilayah Triwidadi ini sudah ada 3 sampai 4 Pedukuhan yang kekurangan air karena beberapa sumur sudah kering. Tapi warga sana kan sudah ada yang pasang PDAM, jadi tidak terlalu terpengaruh," ucapnya.
Karena itu, Anjar terus berkomunikasi dengan pihak terkait khususnya pihak swasta terkait dropping air bersih ke wilayahnya yang membutuhkan. Selain itu, Anjar mengungkapkan bahwa telah berkomunikasi dengan UGM untuk mencari sumber mata air baru.
"Kita kemarin juga bersama dengan UGM mengajak membuat sumber mata air. Hasilnya, yang bisa dimanfaatkan itu di wilayah Triwidadi," katanya.
Anjar menyebut, semua itu untuk mengantisipasi apabila musim kemarau terus berlangsung hingga akhir tahun. Sehingga masyarakat Pajangan tidak perlu khawatir akan kebutuhan air bersih.
"Karena mungkin ini sampai dengan akhir tahun. Tapi sembari membuat sumber mata air baru itu kita juga terus berkomunikasi dengan PDAM, BPBD Bantul dan kelompok-kelompok penyumbang air bersih," ujarnya.
