Unggahan mengenai anjing yang dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja lalu diberikan kepada orang lain viral di media sosial. Pihak Damkarmat pun buka suara terkait kejadian tersebut.
Kabar viral itu diunggah akun Instagram @rrdcjogja. Dalam unggahan itu terlihat kekecewaan dari pengunggah terhadap aksi petugas yang langsung memberikan anjing tersebut kepada orang lain yang identitasnya tidak diketahui.
"Siang ini kami dapat laporan ada anjing di evakuasi oleh pemadam kebakaran ( damkar ) di depan Stikes dan anjingnya di bawa ke kantor damkar di jalan Kyai Mojo. Kami segera menghubungi pihak damkar dengan maksud menawarkan bantuan karena kami tidak tau apakah damkar punya tempat untuk anjing tersebut. Telp pertama diangkat, dinfokan bahwa anjingnya ada dihalaman belakang tapi kondisinya lemas. Mau dilihat dulu. Sambil menunggu, kami meluncur ke lokasi. Telp kedua diangkat orang lain. Mau di cek dulu. Diminta telp lagi Telp ketiga sampai keempat sama. Mau di cek Saat telp kelima, rekan kami sudah dikantor damkar dan diberitahu kalau ANJINGNYA SUDAH DIKASIHKAN KE ORANG. Entah siapa," tulis akun itu dikutip detikJogja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhasil terjadi perdebatan di lokasi. Alasan kenapa dikasih ke orang adalah : ada evakuasi ular jadi anjingnya dikasihkan aja. Beberapa kali kasus yang sama di masa laku, anjing yang dievakuasi selalu kami jemput bahkan ada yang diantar ke shelter, karena ada kemungkinan anjing itu adalah anjing lepas yang masih dicari oleh pemiliknya. Atau hal lain yang mengharuskan anjing di evakuasi. Entah kenapa kali ini berbeda. Apakah ada perubahan SOP atau kebijakan? Kakau memang ada kesulitan mengenai penampungannya, kami dengan senang hati akan membantu. Sebagaimana kami membantu pihak kepolisian jika ada kasus serupa. Yang pasti saat ini kami tidak tau bagaimana nasib anjing di video😞😞. Kalau ada info apapun tolong kontak kami.Kami berharap hal jangan sampai kejadian lagi. ...jangan sampai...," lanjutnya.
Kepala Seksi Operasional Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Damkarmat Kota Jogja, Danarto Setyo Pambudi buka suara mengenai kabar ini. Ia membenarkan anjing itu telah diberikan kepada orang lain tanpa menanyakan identitasnya.
"Jadi waktu itu kita dilapori ada anjing liar dari STIKES, sudah sekitar empat hari di situ, terus tim kita langsung menuju ke lokasi," ujar, saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, petugas mengevakuasi anjing tersebut karena keberadaannya membuat pihak kampus merasa tidak nyaman. Saat itu, petugas juga tidak mengetahui siapa pemilik anjing tersebut.
"Terus, habis itu kan ini anjing tidak tahu siapa pemiliknya. Dari pihak STIKES kan juga takut sama anjing tersebut, karena anjingnya anjing liar. Jadi ya dan alat kami terbatas, jadi kita evakuasi sebisanya pasukan, karena sudah mengganggu di STIKES, karena sudah tidak nyaman karena keberadaan anjing tersebut," jelasnya.
"Anjingnya itu kondisinya berontak. Yang jelas kalau kata pemilik, dia itu sakit, ada yang sakit, tapi enggak tahu sakitnya itu apa, atau sakit rabies atau gimana saya kurang tahu," imbuhnya.
Didatangi Orang Hendak Adopsi
Setelah berhasil dievakuasi, kata Danar, anjing tersebut dibawa ke kantor Damkarmat di kawasan Mojosongo. Danarto menyebut proses evakuasi berlangsung sekitar 5-15 menit. Setibanya di kantor, petugas menerima laporan lain terkait ular. Pada saat bersamaan, ada seseorang yang datang dan menawarkan diri untuk mengadopsi anjing tersebut.
"Terus ada orangnya ke Mojosongo, terus bilang, 'Pak, kalau anjingnya saya adopsi gimana?' Ya, karena anjing itu anjing liar, menurut hemat teman-teman juga, daripada ini enggak ada yang rawat, terus dikasih sama yang bersangkutan," jelasnya.
Namun, Danar mengakui petugas lalai karena tidak mencatat alamat maupun nomor kontak orang yang mengadopsi anjing tersebut. Menurutnya, petugas saat itu terburu-buru menangani laporan ular sehingga lupa meminta data pengadopsi.
"Cuma kelalaian pasukan tadi, karena sudah buru-buru mau evakuasi ular, mereka lupa menanyakan alamat ataupun nomor yang bisa dihubungi yang mengadopsi anjing tersebut," ungkapnya.
Danar menambahkan, belakangan, pemilik anjing datang ke kantor Damkarmat Jogja. Pemilik tersebut menyampaikan bahwa anjingnya telah hilang selama empat hari. Danarto mengatakan pemilik kemudian diberi tahu bahwa anjing tersebut sudah diadopsi orang lain. Pemilik anjing itu tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.
"Terus setelah selesai, ternyata yang punya anjing datang ke kantor. Dia berterima kasih sudah dievakuasi anjingnya. Anjingnya itu hilang sudah beberapa hari, terus kami bilang, 'Sudah, ya? Ada yang mau mengadopsi.' Nah itu, 'Yang punya enggak apa-apa?' 'Oh iya, enggak apa-apa, Pak.' Malah berterima kasih sudah ada yang openi itu," ungkapnya.
Meski demikian, Danar mengakui tindakan petugas tersebut menuai keberatan dari pihak yang mengaku sebagai pencinta anjing. Kejadian itu kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi perhatian warganet.
"Ya mungkin karena tata cara mengevakuasi, kemungkinan. Terus yang mengadopsi anjing itu tidak ditanyain nomor WA-nya atau alamatnya," katanya.
Terkait polemik itu, Danar menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan mediasi apabila diperlukan.
"Ya sudah, enggak apa-apa, nanti kalau butuh mediasi ya kita sanggup memediasi," pungkasnya.
