DPC Gerindra soal Wabup Absen HUT Gunungkidul: Terkesan Kurang Harmonis

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Sabtu, 17 Okt 2026 19:59 WIB
Kantor Bupati Gunungkidul, DIY, Rabu (8/11/2023). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Gunungkidul -

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Gunungkidul menilai kadernya yang juga Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul Joko Parwoto seharusnya hadir dalam rangkaian hari jadi ke-196. Gerindra juga melihat hal tersebut menunjukkan komunikasi yang kurang baik antara Wabup dan Bupati.

"Sebaiknya kegiatan rangkaian hari jadi ya wajib hadir, kecuali kondisi yang darurat seperti sakit dan sampai diisolasi," kata Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto saat dihubungi detikJogja, Sabtu (17/10/2026).

"Melihat seperti itu berarti tidak baik, kurang harmonis," ucapnya.

Terkait perlunya evaluasi di internal partai terhadap kadernya tersebut, Purwanto mengaku perlu. Terlebih, Joko Parwoto baru menjadi kader Gerindra sejak awal tahun 2026.

"Sangat perlu (evaluasi)," ujarnya.

Purwanto menduga apa yang Joko lakukan merupakan bentuk protes. Namun, Purwanto menilai momentumnya kurang pas.

"Tindakan Wabup seperti itu bentuknya protes tapi kurang pas momennya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyebut jika Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul, Joko Parwoto berhalangan hadir saat rangkaian hingga upacara hari jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan Wabup Joko mengaku tidak hadir saat upacara tersebut karena sakit gigi.

"Sampai dengan kemarin kita gladi bersih untuk agenda upacara pun beliau juga tidak hadir. Maka karena sudah mendekati hari H, kami telepon beliau. Kami agak memaksa untuk pulang di hari H, tetapi kemudian beliau menyampaikan kalau izin sakit giginya," kata Endah kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Endah juga mengungkapkan, bahwa dalam rangkaian hari jadi Gunungkidul yakni pengajian bersama yang dihadiri hampir 1.500 tokoh agama Joko juga izin. Menurutnya, Pemkab telah menyampaikan undangan ke Joko terkait kegiatan tersebut.

"Beliau di Jakarta saat itu (tidak hadir pengajian). Kemudian malam tirakatan, beliau juga diundang tetapi juga berada di Jakarta, izin. Kemudian kenduri agung yang dilakukan di Baron, ini beliau juga izin," ujarnya.

Berikutnya, lanjut Endah, saat acara amal untuk pengentasan kekeringan Pemkab juga telah memberitahu Joko untuk hadir. Pasalnya , Endah akan duet menyanyi lagu Isabella dengan Joko dalam acara al tersebut.

"Tetapi ternyata sampai malam acara beliau juga di Jakarta," ucapnya.

Kembali ke tidak hadirnya Joko saat upacara hari jadi Gunungkidul, Endah meminta untuk secara detail mengkonfirmasi langsung ke Joko. Endah tidak ingin kejadian itu menuai polemik.

"Sehingga ini jangan sampai ada playing victim, justru yang rawuh (hadir), yang mengikuti agenda rutin tidak diapresiasi, kemudian yang tidak datang justru malah yang dibela. Lah, ini jangan sampai, ketidakhadirannya itu disebabkan karena apa saja detailnya, mungkin Pak Wabup bisa dikonfirmasi," katanya.

Di sisi lain, Endah juga mengungkapkan bahwa Joko memang terkadang berada di Jakarta, khususnya saat akhir pekan.

"Yang jelas, beliau selalu menyampaikan kalau hari Sabtu-Minggu itu beliau bukan minta izin, tetapi memberitahu kalau Jumat, Sabtu, Minggu beliau pulang ke Jakarta," ujarnya.

Pernyataan Wabup Gunungkidul

Sementara, Joko menyebut dirinya memilih absen saat HUT Gunungkidul karena beberapa alasan. Salah satunya karena sakit gigi.

"Salah satu keadaan yang cukup mendesak adalah gangguan kesehatan berupa sakit gigi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan kesehatan yang tidak dapat saya abaikan," katanya.

Ia memastikan dirinya tidak hadir bukan karena tidak menghormati sejarah, nilai budaya, maupun makna penting hari jadi Kabupaten Gunungkidul.

"Sebagai Wakil Bupati, saya memiliki komitmen untuk menghormati seluruh rangkaian kegiatan pemerintahan dan tradisi masyarakat Gunungkidul," ujarnya.

Joko diketahui beberapa kali berada di Jakarta saat rangkaian HUT Gunungkidul. Menurutnya, ada beberapa agenda yang membuatnya harus berada di Jakarta dan telah melalui beberapa pertimbangan.

"Saya perlu meluruskan anggapan bahwa ketidakhadiran saya dalam beberapa kegiatan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul disebabkan oleh keberadaan saya di Jakarta," katanya.

"Anggapan tersebut tidak benar apabila digeneralisasikan terhadap seluruh kegiatan yang tidak dapat saya hadiri. Ketidakhadiran saya memiliki latar belakang dan pertimbangan yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi serta agenda pada waktu yang bersangkutan," lanjut Joko.



Simak Video "Video: Warga Tanam Pisang di Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul yang Rusak Parah"

(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork