Bagi pencinta burung, membedakan istilah perkutut, tekukur, derkuku, dan puter adalah soalan gampang. Namun, tidak demikian halnya untuk orang Jawa yang baru mau nyemplung.
Pengetahuan untuk membedakan keempatnya adalah ilmu 'wajib'. Mengingat, dalam kebudayaan Jawa kuno, seorang lelaki tulen harus memiliki 5 syarat, termasuk kukila.
Dikutip dari artikel jurnal 'Kajian Bentuk Keris Jawa Tradisional Dhapur Kebo dalam Alam Pikiran Jawa' oleh Dony Satryo Wibowo, kukila dimaknai sebagai burung, terkhusus perkutut. Burung satu ini dianggap sebagai yang 'tertinggi' dalam golongan burung manggung.
Ingin memenuhi syarat sebagai lelaki seutuhnya versi Jawa, tetapi bingung membedakan burung perkutut dengan tekukur, derkuku, dan puter? Langsung saja, simak pembahasan ringkas yang detikJogja siapkan di bawah ini.
Perbedaan Perkutut, Tekukur, Derkuku, dan Puter
Perbedaan keempat nama burung di atas bisa ditinjau dari beberapa aspek. Berikut lebih rincinya:
1. Nama Ilmiah
Sejatinya, perkutut adalah nama umum, bukan spesies tertentu. Namun, di Jawa, perkutut lazim dipakai merujuk perkutut jawa yang bernama ilmiah Geopelia striata, dilansir laman resmi IPB University.
Di sisi lain, burung tekukur memiliki nama ilmiah Spilopelia chinensis atau sebelumnya Streptopelia chinensis. Menurut keterangan dari laman resmi Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, derkuku adalah nama lain dari burung tekukur.
Lalu, bagaimana dengan puter? Berdasarkan penjelasan Riris L Puspitasari di buku Biologi Satwa Burung Koleksi Taman Margasatwa Ragunan Jakarta, nama ilmiah burung puter adalah Streptopelia bitorquata. Burung puter juga dikenal dengan nama dederuk Jawa.
2. Nama Inggris
Dalam bahasa Inggris, burung perkutut dinamakan zebra dove. Sementara itu, burung tekukur disebut spotted dove. Adapun burung puter, istilah Inggrisnya adalah sunda collared dove.
3. Warna Bulu
Kendati sepintas lalu sama, perbedaan burung perkutut, tekukur, dan puter bisa ditinjau dari warna bulunya. Dirangkum dari Animalia, bagian atas tubuh perkutut berwarna abu kecokelatan dengan garis hitam dan putih. Sementara itu, bawah tubuhnya berwarna merah muda dengan garis hitam di bagian leher, dada, dan perut. Begini penampakannya agar lebih mudah dipahami:
Di sisi lain, burung tekukur identik dengan warna krem kemerahan di bagian bawah yang kemudian bergradasi menjadi abu-abu di kepala dan perut. Belakang dan samping leher tekukur tampak memiliki kerah yang terbuat dari bulu hitam bercabang dengan bintik putih di ujungnya. Begini gambarnya:
Adapun burung puter, mereka memiliki rona merah muda terang di sekitar leher dan dada. Bagian bawahnya berwarna karamel muda hingga krem di pangkal ekor. Bulu ekor bagian bawah berwarna putih kulit telur. Ciri khas burung puter adalah pita hitam keabu-abuan di leher beserta sorotan putih di atas pita tersebut.
4. Ukuran Tubuh
Disadur dari laman resmi Taman Safari Bali, burung perkutut alias zebra dove dapat tumbuh hingga ukuran 23 cm. Meski begitu, beratnya diperkirakan hanyalah 50 sampai 60 gram saja.
Burung tekukur mampu tumbuh lebih panjang. Great Himalayan National Park memperkirakan estimasi panjangnya 30 hingga 33 sentimeter. Ukuran kurang lebih sama dimiliki oleh burung puter.
5. Perbedaan Suara
Ketiga jenis burung ini juga bisa dibedakan dari suara yang dihasilkan. Burung perkutut memiliki suara rendah lembut yang dimulai dengan suara panjang dan diakhiri cip-cip berulang.
Burung tekukur, sesuai namanya, mengeluarkan suara yang lebih berat ketimbang perkutut. Sekilas, kicaunya terdengar seperti rangkaian tek-kukur berulang.
Sementara itu, burung puter terkenal dengan suara ku-geruk-nya. Karenanya, tidak mengherankan jika ada orang Jawa yang menyebut burung ini sebagai burung kugeruk.
Demikian pembahasan lengkap mengenai perbedaan burung perkutut, tekukur, derkuku, dan puter. Semoga menjawab, ya, detikers!
Simak Video "Video K-Talk: Konser 'XX: COSMOS' BIGBANG di Korea Seseru Apa Sih?"
(num/alg)