Dinkes Ungkap Hasil Uji Lab Menu Pemicu 4 SD di Bantul Keracunan MBG

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 16 Sep 2026 07:05 WIB
Ilustrasi bakteri. Foto: Getty Images/iStockphoto/ClaudioVentrella
Bantul -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengungkap hasil uji lab menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu keracunan di 4 SD di Bantul. Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes, Samsu Aryanto mengatakan menu MBG yang disantap para murid mengandung bakteri Bacillus sp.

"(Hasil uji laboratorium sampel MBG keluar?) Iya, sudah. Hasilnya ada Bacillus sp, sejenis bakteri. Itu (Bacillus sp) pada galantin," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Samsu Aryanto, saat dihubungi detikJogja, Selasa (15/9/2026).

Atas hasil itu Dinkes Bantul merekomendasikan SPPG melakukan evaluasi agar kejadian serupa tak terulang. Dapur MBG diminta meminimalkan kontaminasi silang.

"Jadi bahan makanan mentah itu tidak satu jalur dengan bahan makanan matang," ujar Samsu.

Puluhan Siswa dari 4 SD di Jetis Keracunan MBG

Diketahui, puluhan siswa dari 4 SD di Jetis Bantul mengalami keracunan MBG. Korban terbanyak ada di SDN 1 Sumberagung dengan 50 siswa dan 1 guru menjadi korban usai menyantap MBG pada Jumat (4/9).

2 di antaranya sempat dirawat dan belasan murid masih absen hingga Rabu (9/9).

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," imbuhnya saat itu

Selain SDN 1 Sumberagung, 3 SD lain yang mengalami kasus keracunan yakni SD Patalan Baru, SD Sawahanm dan SD Kembangsongo.

Siswa di empat SD itu mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu MBG pada Jumat (4/9). Samsu mengatakan, murid-murid yang keracunan MBG di tiga SD hanya mendapat perawatan di rumah.

"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga hanya rawat di rumah dan sudah membaik," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).



Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"

(afn/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork