Menikmati Eloknya Jalur Baru Kelok 23 Bantul-Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 15 Sep 2026 05:23 WIB
Jalur Kelok 23 Penghubung Bantul dan Gunungkidul. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Jogja -

Ratusan pengendara nampak ikut menjajal jalur Kelok 23 yang menghubungkan Bantul dan Gunungkidul saat uji coba. Mereka nampak menikmati jalur ikonik baru dengan pemandanan laut selatan itu.

Pantauan detikJogja di simpang empat Kretek, nampak ada ratusan kendaraan yang mengantre untuk ikut mencoba jalur Kelok 23. Beberapa pemotor juga tampak melambaikan tangan atau memegang smartphone untuk mengabadikan momen tersebut saat jalur mulai dibuka.

Selain pengguna kendaraan bermotor, tampak pula pesepeda yang menjajal Kelok 23. Selain itu, terpasang pula pembatas ketinggian kendaraan di jalur dengan panjang sekitar lima kilometer ini.

Uji coba JJLS Kelok 23 menghubungkan Bantul dan Gunungkidul, Senin (14/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Titik (55), warga Cikarang, Jawa Barat yang sedang berlibur di Kutoarjo bahkan menyempatkan hadir untuk mencoba melintasi Kelok 23 karena penasaran.

"Saya tahu dari medsos kalau Kelok 23 dibuka, terus karena kebetulan lagi berkunjung ke Kutoarjo saya ke sini saja biar tidak penasaran," katanya kepada wartawan di Kretek, Bantul, Senin (14/9/2026).

"Katanya kan pemandangannya bagus, dan ternyata tadi memang bagus," ujarnya.

Wanita berhijab ini juga mengaku setelah menjajal Kelok 23 hendak menyusuri jalur jalan lintas selatan (JJLS) hingga ke Gunungkidul.

"Ini nanti saya sekalian mau ke Gunungkidul, karena ini katanya bisa tembus sampai Pacitan toh, Jawa Timur," ucapnya.

Manjakan Mata Pengendara

Permono (32), warga Seturan, Depok, Sleman mengatakan, bahwa kedatangannya untuk mencoba Kelok 23 karena penasaran. Terlebih, sehari-hari Permono bekerja di Bantul.

"Penasaran aja apalagi saya kerjanya di Bantul dan lapangan kan jadi sekalian mencoba dan menghafalkan jalan di Bantul," ujarnya.

Sejumlah pengendara melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 di Bantul, DI Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Ujicoba pembukaan JJLS Kelok 23 sebagai penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul tersebut dimulai pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 pukul 06.00-18.00 WIB. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Permono juga mengaku telah menjajal Kelok 23 hingga Girijati, Purwosari, Kretek, Bantul. Permono menyebut pemandangan selama menyusuri Kelok 23 sangat memanjakan mata.

"Pemandangannya bagus, saya sudah sampai Girijati juga tadi dan ada gardu pandangnya. Menurut saya cocok kalau lewat Kelok 23 sore-sore karena bisa lihat sunset," ucapnya.

Kepala Satker PJN DIY, Tisara Sita mengungkapkan, uji coba masih akan berlangsung hingga 20 September. Selama uji coba, jalan akan dibuka pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

"Yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat," ujarnya.

Panorama laut dari JJLS Kelok 23, Senin (14/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

"Pembatasan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keselamatan pengguna jalan maupun para pekerja yang masih melaksanakan pekerjaan di lapangan," katanya.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut telah membangun satu dari dua pos pantau di Kelok 23. Keberadaan pos pantau itu nantinya untuk memastikan tidak ada pengendara yang berhenti atau parkir di pinggir jalur Kelok 23.

Dilarang Berhenti di Pinggir Jalan

Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas (Kasubdit Kamsel Ditlantas) Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum mengingatkan agar pengendara tak berhenti atau parkir di sepanjang Kelok 23.

"Dan karena ini jalan nasional, dilarang untuk berhenti, apalagi parkir di sepanjang Kelok 23 ini," katanya kepada wartawan di Kretek, Bantul, Senin (14/9/2026).

Nantinya, Kelok 23 akan tersedia rest area dan gardu pandang yang bisa digunakan pengendara untuk menikmati pemandangan.

"Nanti insyaallah ada dua, yang satu kan sudah di titik nol atau simpang empat Kretek. Kemudian di rest area nanti ada juga, itu sekaligus kami gunakan dengan stakeholder sebagai tempat koordinasi dan memonitor, mengawasi keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran lalu lintas," ujarnya.

Widya menambahkan, bahwa saat ini Ditlantas Polda DIY tengah berkoordinasi dengan forum lalu lintas terkait memitigasi atau mendata lampu-lampu penerangan jalan umum yang saat ini kondisinya mati.

"Sudah ada yang sudah diperbaiki, namun karena kondisi pohon yang masih terlalu lebat, itu menghalangi cahaya untuk sampai ke badan jalan. Sehingga juga saat ini dengan PJN kami kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Bantul juga dan BPBD untuk mengurangi dahan pohon itu," ucapnya.



Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"

(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork