Kericuhan saat aksi mahasiswa di simpang Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) diwarnai penyemprotan cairan merica. Penyemprotan itu diduga dilakukan seorang pria yang mengenakan rompi Jaga Warga.
Akibat aksi pria tersebut, baik mahasiswa maupun dari pihak kepolisian menjadi korban. Belum diketahui secara pasti siapa sosok pria yang membawa semprotan merica tersebut.
Mahasiswa Jadi Korban
Ketua Umum serikat mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa Syafitra, mengaku jadi korban semprotan cairan merica saat aksi di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, Selasa (1/9) malam berubah menjadi ricuh. Video saat dirinya kena cairan itu viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @mantapfunny tersebut terlihat seorang massa aksi berpakaian putih berada di tengah kerumunan massa. Tiba-tiba seorang pria berrompi Jaga Warga menghampiri dan langsung menyemprotkan cairan ke wajah massa aksi itu.
Usai menyemprot, pria tersebut langsung menyingkir seketika. Sedangkan massa aksi berpakaian putih langsung memegangi wajahnya seperti kesakitan.
Mesa mengaku massa aksi berpakaian putih yang terkena semprotan adalah dirinya. Menurutnya, cairan yang disemprotkan ke wajahnya ada cairan merica.
"Saya menggunakan baju putih itu, berjalan mundur sembari memastikan tidak ada kawan yang tertinggal/tersandra. Namun, seseorang menggunakan vest jaga warga menyemprot merica ke wajah saya," ujar Mesa saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).
"Kawan-kawan medis sigap membantu saya. Sayangnya, para penyelamat itu justru di-framing sebagai perusuh oleh Polda DIY," sambungnya.
Pelaku Berompi Jaga Warga
Jaga warga sendiri merupakan lembaga kemasyarakatan berbasis kearifan lokal di DIY yang dibentuk untuk menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan sosial di tingkat padukuhan, Rukun Warga (RW) atau kampung.
Secara operasional, kelembagaan dan pembinaan Jagawarga difasilitasi secara resmi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY.
Dimintai konfirmasi mengenai video penyemprotan tersebut, Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji mengaku belum memastikan apakah pria penyemprot cairan itu benar anggota Jaga Warga.
"Iya, gitu, belum, saya belum bisa memastikan apakah itu anggota Jaga Warga asli atau hanya sekedar memakai rompi. Ya kan ada juga kan masyarakat yang ngaku-ngaku pakai baju Polri, ngaku pakai petugas kepolisian kan banyak," ujarnya saat dihubungi, hari ini.
"Bisa jadi kan ada yang mungkin orang lain pakai (rompi Jaga Warga) ya gitu lo," sambung Bagas.
Meski begitu, Bagas menegaskan pihaknya tetap akan menelusuri pria memakai rompi Jaga Warga dalam video tersebut.
"Kami akan lakukan penelusuran. Ya dicek ya keberadaannya itu. Kalau memang iya dia mohon maaf ya umpamanya itu memang benar anggota Jaga Warga, ya akan kami lakukan pembinaan," papar Bagas.
"Ya jadi jangan sampai nanti ada kejadian ini berulang kembali. Karena kan tugasnya Jaga Warga itu kan untuk menjaga situasi yang kondusif, bukan malah membuat situasi tidak kondusif," pungkasnya.
7 Personel Polda Kena Cairan Merica
Selain dari kalangan mahasiswa, Polda DIY menyebut anggotanya juga terkena cairan merica saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, Selasa (1/9) malam. Tercatat ada tujuh polisi yang terkena cairan merica tersebut.
Hal itu disampaikan Polda DIY melalui akun Instagram resminya @poldajogja lewat tayangan video singkat. Video tersebut diberi keterangan 'Fakta Lapangan: Temuan Cairan Merica dan Penanganan Personil'.
Dalam video tersebut tampak Polda DIY terus menyoroti adanya tabung semprot berwarna jingga yang dibawa salah satu massa aksi. Bahkan, pada benda tersebut diberi lingkaran merah dalam video tersebut.
"Kami juga menyampaikan bahwa terdapat personil kami dari jajaran Polresta Yogyakarta yang terkena semprotan diduga merupakan cairan merica," ujar Kabid Humas Polda Jogja Kombes Ihsan dalam video tersebut, dilihat detikJogja, Kamis (3/9).
Dalam keterangan unggahan tersebut menyebut 7 anggota kepolisian terkena cairan merica yang diduga berasal dari tabung semprot oranye tersebut.
"Berdasarkan rekaman visual dan bukti digital di lokasi, didapati adanya penggunaan tabung berisi cairan diduga merica atau spicy spray dari arah kerumunan massa saat terjadi gesekan akibat kesalahpahaman terkait penutupan jalan dengan warga setempat dalam aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa UGM, Selasa 1 September 2026," tulis keterangan dalam unggahan itu.
"Akibat insiden tersebut, sebanyak 7 personel Polresta Yogyakarta mengalami gangguan kesehatan berupa sesak napas serta iritasi kemerahan pada kulit wajah akibat terpapar cairan tersebut," sambungnya.
(apl/alg)