Sejumlah kambing milik warga Tepus 1, Tepus, Gunungkidul mati di dalam kandang, bahkan beberapa di antaranya tinggal menyisakan kulit saja. Polisi menduga penyebab matinya kambing-kambing itu akibat serangan kawanan hewan liar.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, mengatakan kejadian bermula saat dua orang warga yang bertugas memelihara kambing hendak melepasliarkan kambing-kambing milik Eno (48), warga Tepus 1 hari ini sekitar pukul 06.00 WIB.
"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, 7 kambing itu terdiri dari 2 ekor kambing betina dan 5 anakan kambing. Namun, dari 5 anakan kambing itu ada beberapa yang habis dimakan oleh pemangsa.
"Dari tujuh kambing itu ada dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya saja," ujarnya.
Mengetahui hal itu, kedua saksi langsung memberi tahu Eno. Selanjutnya Eno memberi tahu perangkat Kalurahan dan Polsek Tepus.
Suryanto mengungkapkan, bahwa polisi telah mendatangi lokasi kejadian. Suryanto menduga matinya tujuh ekor kambing itu akibat serangan hewan liar.
Terlebih, pada musim kemarau panjang seperti saat ini hewan-hewan liar susah mencari makan. Hal itu membuat mereka menyasar ke kandang ternak milik warga yang berada jauh dari pemukiman masyarakat.
"Jadi dugaannya terdapat gerombolan hewan liar yang menyasar kandang ternak warga, karena hewan tersebut tidak bisa mencari makanan akibat kemarau panjang," ucapnya.
Suryanto menambahkan, Polsek Tepus melalui Bhabinkamtibmas bersama perangkat Kalurahan Tepus telah memberikan imbauan. Adapun imbauan itu agar masyarakat membawa pulang ternak yang kandangnya berada jauh dari rumah.
"Lalu perbaikan kandang ternak agar ternak lebih aman dari serangan hewan liar. Selain itu jika perlu dilakukan patroli saat malam hari untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
(afn/apu)
