Aksi massa yang beberapa kali diwarnai kericuhan di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, dibubarkan. Massa demonstran tersebut sempat terlibat kericuhan dengan sekelompok orang yang mengaku warga hingga personel dalmas diterjunkan.
Massa yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Sipil, Selasa (1/9) malam yang awalnya kondusif berubah menjadi kericuhan setelah adanya pihak yang berusaha membubarkan aksi.
Usai kericuhan awal sudah kondusif pada pukul 19.40 WIB, massa aksi sempat kembali dan sepakat bertahan di tengah perempatan jalan Jendral Sudirman. Kesepakatan terjadi setelah massa berunding tepat di tengah simpang dengan kawalan polisi. Sepakat bertahan, massa melanjutkan aksi dengan orasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu berlalu tepatnya pukul 20.30 WIB, sekelompok orang yang mengaku warga Jogja kembali mendatangi kerumunan massa bermaksud membubarkan aksi.
Aksi massa di Jogja Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja |
Dialog antar kedua kelompok terjadi, tapi berlangsung alot. Warga minta massa bubar lantaran aktifitasnya terganggu. Sedangkan massa kekeuh ingin bertahan.
"Ini jalan besar, ekonomi juga mati, UMKM tukang becak ndak bisa lewat. Mereka juga rakyat!," ujar salah satu warga kepada peserta aksi.
"Kami juga rakyat pak!," sahut salah satu mahasiswa peserta aksi.
Perundingan semakin alot. Beberapa kali saling lontar umpatan terjadi. Warga terus mengusir massa, massa membalasnya dengan nyanyian. Polisi berulang kali melerai kedua pihak saat situasi memanas.
Setelah diskusi yang cukup memakan waktu, sekitar 21.50 WIB kedua pihak sepakat membubarkan diri. Massa aksi menuju ke utara, sedangkan warga ke selatan.
"Mohon dipertimbangkan keselamatan teman-teman, kalau kita sekarang pulang kira-kira mau nggak?," terang koordinator aksi mencoba mencari kesepakatan.
"Masih banyak waktu bagi kita kemudian untuk berkumpul lagi. Coba dipikirkan lagi. Semuanya tanpa terkecuali, kita akan pulang, setuju tidak?," sambungnya.
Namun, kedua pihak saling menunggu tak ada yang mau mundur duluan. Kerusuhan pun pecah lagi sekitar pukul 22.00 WIB, pihak warga menyerang massa mahasiswa. Mereka berlarian menerjang mahasiswa.
Aksi massa di Jogja Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja |
Rusuh dan ricuh berjalan cukup jauh hingga ke depan Kantor BRI. Para medik berlarian, sirine ambulance maraung-raung, teriakan saling sahut. Personel Dalmas pun diturunkan.
Kedua kelompok yang berhamburan dipukul mundur masing-masing ke selatan dan utara. Keadaan berangsur kondusif pukul 22.15 WIB. Kedua massa telah membubarkan diri namun polisi masih berjaga di lokasi.


