11 Pasangan Nikah Bermahar Air Bersih, Didonasikan Usai Akad

11 Pasangan Nikah Bermahar Air Bersih, Didonasikan Usai Akad

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 27 Agu 2026 14:36 WIB
Suasana pasangan yang menggelar akad nikah di atas truk tangki air bersih di Sewon, Bantul, Kamis (27/8/2026).
Suasana pasangan yang menggelar akad nikah di atas truk tangki air bersih di Sewon, Bantul, Kamis (27/8/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Sebanyak 11 pasangan mengikuti nikah bareng dengan mahar masing-masing air bersih per tangki kapasitas 5.000 liter. Uniknya, para pasangan tersebut melaksanakan akad nikah di atas truk tangki air bersih.

Usai akad, air bersih didonasikan ke warga yang membutuhkan. Salah satu pengantin pria asal Playen, Gunungkidul, Dimas Wahyu Saputra, tidak menyangka bakal melaksanakan akad nikah di atas truk tangki. Pasalnya, niat awal Dimas hanya ingin mengikuti nikah bareng saja.

"Awalnya saya tidak menyangka, tapi alhamdulillah bahagia. Bahagianya itu sensasi ijab kabulnya di atas truk tangki air," katanya kepada wartawan di Sewon, Bantul, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dimas juga mengaku awalnya sempat takut karena harus naik ke atas truk tangki air. Selain itu, Dimas juga merasa terkesan dengan mahar ijab kabul berupa satu tangki air bersih.

"Ya sempat takut tadi naiknya tapi alhamdulillah lancar. Terus maharnya tadi kan air bersih per tangki dan nanti didonasikan, jadi sangat berkesan sekali," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Istri Dimas, Desya Ayulian Cristianingrum, menambahkan sempat merasa deg-degan saat naik ke atas truk tangki air. Mengingat dirinya mengenakan pakaian adat Jawa.

"Ya deg-degan sih, tapi yang penting yakin pasti bisa," ucapnya.

Di sisi lain, Desya menjelaskan mahar tersebut berasal dari pihak laki-laki untuk melaksanakan akad nikah. Setelah menjadi milik perempuan maka yang mendonasikan air bersih per tangki itu adalah pengantin perempuan.

"Jadi ya sangat berkesan, karena di saat mereka kesusahan kita bisa memberikan donasi yang berupa air bisa membantu kebutuhan mereka, walaupun hanya sebatas air," katanya.

Ketua Golek Garwo Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) dan nikah bareng nasional, Ryan Budi Nuryanto, mengatakan pemilihan mahar berupa air bersih per tangki sebagai bentuk kepedulian atas kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Apalagi, saat ini banyak masyarakat seperti di Dlingo, Bantul, dan Gunungkidul memerlukan bantuan air bersih.

"Kami ingin mengajak seluruh manten untuk bisa selain menikah di atas tangki air, juga mendonasikan air bersih per tangki untuk meringankan masyarakat yang terdampak kekeringan," ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, menyebut ada tiga kapanewon atau kecamatan di Bantul yang terdampak kekeringan. Adapun yang pertama Kapanewon Dlingo, Pundong, dan Imogiri.

"Jadi nikah bareng dengan mahar air bersih per tangki itu sesuai dengan persoalan hari ini, yaitu satu tangki air untuk setiap yang menikah dan itu kemudian didonasikan," ucapnya.

Agus berharap mahar berupa air bersih menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang hendak menikah. Mengingat mereka dapat sekaligus berdonasi untuk membantu sesama di musim kemarau ini.

"Nah, ini sebuah inspirasi dari sebuah momentum pernikahan, itu menginspirasi semua pihak supaya ayo kita donasi, ayo kita peduli kepada sesama yang hari ini membutuhkan uluran tangan," katanya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads