Sejumlah ternak mati digigit oleh anjing liar misterius di Padukuhan Sayangan, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, Gunungkidul. Warga setempat menggelar ronda supaya ternak-ternaknya tidak menjadi korban serangan hewan liar itu.
"Kami adakan ronda tiap malam, warga cukup memantau dan menginfokan jika melihat agar kami bisa cepat ke sumber info untuk berusaha menangkapnya," kata Ketua Jaga Warga Dukuh Sayangan, Teguh Sayogi, saat dimintai konfirmasi Sabtu (22/8).
Ia mengungkapkan total ada empat hewan ternak yang mati digigit anjing. Ia juga mengungkapkan serangan itu tidak terjadi dalam waktu bersamaan.
"Warga yang menjadi korban ada 2 ekor kambing mati digigit anjing. Juga ada 1 ekor kambing dan 1 unggas (mati) pada beberapa malam lalu," papar Teguh.
"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari,dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," lanjutnya.
Teguh melanjutkan, hewan yang menyerang ternak warga Sayangan diduga anjing liar. Ia juga menyebutkan sosok anjing yang membunuh hewan masyarakat setempat.
"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," tuturnya.
Jadi Atensi Pemkab
Pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyatakan menerjunkan petugasnya untuk melakukan pengawasan.
"Melakukan surveilans. Surveilans dilakukan oleh UPT Puskeswan Playen terkait kapan kejadian, hewan pelaku dan ternak yang menjadi kurban," kata Retno saat dihubungi detikJogja, Minggu (23/8/2026) malam.
Selain itu, DPP meminta kepada peternak di Playen agar memberikan lampu penerangan pada kandang. Bahkan, apabila ada ternak yang pemeliharaannya ada di ladang agar sementara memindahkannya ke rumah dulu.
"Diimbau peternak memperkuat kandang ternak. Kami juga secara berkala akan melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Simak Video "Video: Tak Hanya Sekali, Serangan Anjing Liar Sering Terjadi di Lombok Timur"
(apu/ahr)