Seorang pemain ketoprak, Sarjiyono alias Mbetut (62), meninggal dunia saat tampil di atas panggung HUT ke-81 RI di daerah Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Polisi menyebut Sarjiyono memiliki riwayat sakit jantung.
Viral di Media Sosial
Video yang merekam momen Sarjiyono ambruk saat pentas ketoprak itu jadi viral di media sosial.
"Detik2 seniman kethoprak meninggal di atas panggung. TKP di Petung, RT.03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Semoga Almarhum diterima di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis akun Instagram @bantmantul seperti dilihat detikJogja, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan Polres Bantul
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Rita mengatakan peristiwa itu terjadi saat pentas seni ketoprak dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI di halaman rumah warga Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 00.00 WIB.
"Betul, pemain ketoprak bernama Sarjiyono alias Mbetut (62) meninggal dunia usai tiba-tiba jatuh saat tampil di pentas seni ketoprak," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (21/8/2026).
Sempat Dikira Bagian Akting
Rita mengatakan, Sarjiyono awalnya masih mengikuti jalannya pertunjukan seperti biasa. Namun, semua berubah ketika korban melakukan adegan gandrung dengan memeluk lawan mainnya.
"Ketika sedang berakting gandrung memeluk lawan main, korban tiba-tiba jatuh tertelungkup di atas panggung," ujarnya.
Saat itu lawan main Sarjiyono mengira semua itu merupakan bagian dari adegan dalam pertunjukan. Akan tetapi setelah menunggu beberapa saat Sarjiyono tidak kunjung bangun.
"Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Tapi saat dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan sudah tidak sadarkan diri," ucapnya.
Riwayat Sakit Jantung
Saat itu saksi bersama sejumlah kru sound system langsung mendatangi Sarjiyono yang masih tergeletak di atas panggung. Mereka kemudian membawa Sarjiyono ke PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Namun kondisi korban sudah meninggal dunia," katanya.
"Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung," imbuh Rita.
Rita menambahkan, setelah pemeriksaan jenazah berlanjut dengan penyerahan kepada pihak keluarga. Terlebih, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut.
"Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Ngrame, Tamantirto, Kasihan," pungkasnya.
