Motif Pembakaran MI di Nglipar Ternyata Dendam gegara Kasus Bullying

Motif Pembakaran MI di Nglipar Ternyata Dendam gegara Kasus Bullying

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 21 Agu 2026 16:45 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi 2 ABG pembakar MI Nglipar Gunungkidul ditangkap. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Gunungkidul -

Kasus pembakaran ruang dapur dan guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi, Natah, Nglipar, Gunungkidul ternyata dilakukan kakak beradik. Motifnya karena salah satu pelaku mengaku pernah menjadi korban bullying.

"Motifnya kekecewaan dan berujung dendam karena pelaku yang 15 tahun pernah jadi korban bullying sesama murid, maupun ada pemukulan daripada guru," Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026).

Bullying itu, lanjut Tri, terjadi saat pelaku pelaku 15 tahun mengenyam pendidikan di MI tersebut atau tepatnya tujuh tahun yang lalu. Gegara kejadian itu pelaku disebut tidak melanjutkan sekolah di MI Yappi, Natah, Nglipar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sebetulnya anak ini dulu pernah sekolah di tempat tersebut, namun kelas satu atau kelas dua sudah tidak melanjutkan sekolah di situ," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, polisi masih akan mendalami pengakuan dari pelaku. Mengingat pengakuan tersebut masih bersifat sepihak.

"Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut. Nah, kalau itu benar akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

Di sisi lain, Tri mengungkapkan sebelum pembakaran itu pernah terjadi aksi pencurian barang di MI tersebut. Di mana pelaku ya adalah remaja perempuan 15 tahun itu.

"Dendam, dia hanya menyampaikan dendam, dia jengkel. Bahkan sebetulnya dia pernah mengambil beberapa barang salah satunya jilbab di sekolah itu," katanya.

Sebagai informasi, polisi sudah menangkap dua pelaku pembakaran yakni perempuan berusia 14 dan 15 tahun. Kedua pelaku merupakan warga Nglipar.

"Kita berhasil mengamankan dan meminta keterangan daripada terduga pelaku anak, ada dua dan semuanya perempuan. Masing-masing berusia 14 dan 15 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Tri Hartanto kepada wartawan di Polres Gunungkidul, Jumat (21/8).

Polisi juga menyita barang bukti berupa dua botol mineral bekas berisi sisa solar, jerami, dan kertas untuk bahan pembakaran. Jerami dan kertas disebut didapatkan pelaku dari sekitar sekolah.

Insiden pembakaran ini terjadi pada Rabu (19/8) sekitar pukul 06.00 WIB lalu. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu, namun ruangan guru rusak karena atapnya terbakar.



(ams/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads