Polisi memastikan satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan truk dan pikap bermuatan lele di Jalan Wonosari Km. 12, Payak, Srimulyo, Piyungan, Bantul. Polisi juga menyebut ada dua kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan kemarin.
"Akibat kecelakaan di Payak (Piyungan) kemarin, satu orang meninggal dunia dan beberapa korban lainnya mengalami luka-luka," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan, Rabu (19/8/2026).
Adapun korban meninggal dunia adalah pria berinisial WIW (47), pengemudi pikap muatan lele. WIW meninggal dunia usai mengalami pendarahan pada telinga dan cedera kepala berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban sempat dilarikan ke RSUD Kota Jogja (Wirosaban), namun nyawanya tidak tertolong," ucapnya.
Rita menyebut, bahwa kecelakaan bermula ketika mobil pikap AB 8209 AA bermuatan lele yang dikemudikan WIW melaju dari arah barat menuju timur, Selasa (18/8) pukul 13.36 WIB. Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah berlawanan melaju truk Hino B 9138 WPA yang dikemudikan ARP (28).
"Sampai TKP, truk Hino tiba-tiba terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan. Karena jarak sudah dekat, akhirnya truk benturan dengan pikap yang melaju dari arah berlawanan," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (19/8/2026).
Setelah bertabrakan dengan pikap, truk Hino masih melaju hingga akhirnya berhenti usai menabrak pagar rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Rita juga mengungkapkan, pada saat bersamaan, ada motor Honda Scoopy yang dikendarai IM (16) berboncengan dengan JPP (16) melaju di belakang pikap. Karena jarak terlalu dekat, pengendara motor tidak sempat menghentikan kendaraannya dan menabrak bagian belakang bak pikap.
"Lalu muatan lele yang dibawa mobil pikap terlempar ke sisi kiri jalan akibat benturan. Nah, muatan itu mengenai mobil Grand Max AB 1291 IR yang dikemudikan RGW (32) yang saat itu sedang berhenti di sisi utara jalan dan hendak menyeberang ke arah barat," ujarnya.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi truk Hino yakni ARP mengalami patah kaki dan tangan kanan. Sedangkan penumpangnya, YP (33) mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Keduanya kemudian mendapat perawatan di RSPAU Dr. S. Hardjolukito.
Selanjutnya, IM mengalami memar pada dada, lebam pada mata kanan, serta luka lecet pada kaki. Korban menjalani perawatan di RSI PDHI Kalasan. Sementara pemboncengnya, JPP hanya mengalami luka lecet pada kaki kanan.
"Sedangkan pengemudi Grand Max selamat dan tidak mengalami luka," katanya.
