Petani muda asal Sleman, Jamaludin Nur Ridho (25) berhasil menghasilkan nanas jumbo dengan berat hingga 5 kilogram dengan tempat tanam berupa galon bekas. Ia pun memberikan tips untuk siapa saja yang mau mencoba.
Budidaya nanas jumbo milik Jamal berada di Kampung Nanas Amargaluwih Jumbo, Padukuhan Barak, Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman, tepatnya di Jamal Farm. Varietas nanas yang dikembangkan Jamal dengan media galon bekas ini adalah jenis nanas Smooth Cayenne Filipina yang mampu menghasilkan buah nanas jumbo dengan berat 2 hingga 5 kg
"Nanas ini bisa dikembangkan untuk urban farming atau dikembangkan dengan (metode) pertanian perkotaan, salah satunya dengan penanaman (media) galon," ujar Jamal saat ditemui di Jamal Farm, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tagline kami olah limbah jadi rupiah, olah limbah jadi berkah. Jadi tumpukan-tumpukan sampah galon itu bisa digunakan untuk membudidayakan nanas jumbo," sambungnya.
Jamal membagikan tips dalam budidaya nanas jumbo di media galon bekas. Dia menyebut pemotongan galon bekas juga perlu diperhatikan, jangan terlalu banyak yang terbuang.
"Tipsnya pertama adalah potong sisi galon paling atas, jadi jangan sampai banyak bagian galon yang terbuang, lingkaran pertama pada galon itulah yang dipotong," paparnya.
"Tujuannya adalah semakin besar atau semakin tinggi galon semakin banyak media yang masuk," sambung Jamal.
Dia melanjutkan, galon yang sudah dipotong dilubangi bagian bawahnya untuk sirkulasi air agar tidak menggenang.
"Ketiga adalah media tanam, media tanam nanas ada tiga, tanah yang subur dari perakaran bambu, kalau nggak ada tanah biasa nggak apa apa. Kedua adalah sekam, lebih bagus kalau dibakar karena ada unsur Pospat dan kalium, itu yang membuat nanasnya besar dan manis," jelas Jamal.
"Selanjutnya adalah pupuk organik, bisa menggunakan kotoran kambing atau pupuk yang sudah digiling difermantasi lebih bagus. Campur dengan perbandingan 1:1:1, dicampur, dimasukkan ke galon ditancapkan bibitnya," imbuhnya.
Lokasi meletakkan nanas dalam galon ini juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dia menyebut nanas dalam galon diletakkan di tempat yang panas karena semakin panas semakin cepat pohon berbunga-berbuah, semakin panas pula tanaman semakin cepat besar dan buah semakin manis.
"Kita juga wajib memberikan pupuk rutin sebulan sekali satu sendok aja, boleh pakai NPK, kalau mau berbunga pakai MKP, kalau sudah berbuah pakai KCL biar manis dan jumbo," katanya.
"Nanam nanas itu seperti pahala jariah, nanam satu (pohon) bisa sekalian panen 3 sampai 7 anakan (bakal bibit)," ujarnya.
Jamal mengaku baru dua hingga tiga tahun menggunakan galon bekas sebagai media tanam nanas jumbo. Meski masih dominan menggunakan Planter Bag dan pot, namun hamparan ratusan galon bekas lengkap dengan tanaman nanas berjejer di Jamal Farm.
Dia sudah melewati beberapa percobaan hingga akhirnya berhasil budidaya nanas jumbo dengan galon bekas. Keberhasilannya pun diikuti oleh para tetangga.
"Baru 2-3 tahun ke belakang, kami trial and error apakah nanem nanas ini bisa di galon, kami mencoba riset-riset, dan hasilnya mulai kita panen. Mulai banyak yang menanam menggunakan galon, awalnya memang hanya di Jamal Farm ini, terus mulai masyarakat di dusun Barak I dan Barak II memanfaatkan galon," ungkap Jamal.
"Alhamdulillah hasil panen di galon juga memuaskan, rata-rata di 2 kg, kalau kita jual per kilonya Rp 30 ribu, bisa Rp 60 ribu, hanya modal galon. Tapi kalau jenis Smooth Cayenne Filipina bisa sampai 5 kg," imbuhnya.
