Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan DIY hingga 15 Agustus

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan DIY hingga 15 Agustus

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Selasa, 11 Agu 2026 12:43 WIB
ilustrasi prakiraan tinggi gelombang
Ilustrasi gelombang laut. Foto: Dok. Istimewa
Jogja -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY. Gelombang diperkirakan mencapai 2,5-4 meter hingga 15 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta, Rahma Fauzia, mengatakan berdasarkan pembaruan model cuaca terbaru, kondisi gelombang di sekitar perairan wilayah DIY masuk kategori tinggi dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk beberapa hari ke depan, kurang lebih sampai 15 Agustus 2026, prakiraan gelombang di sekitar Perairan Yogyakarta memang termasuk kategori tinggi dengan kisaran ketinggian antara 2,5-4 meter," kata Rahma saat dihubungi detikJogja, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan angin di atmosfer di atas Pulau Jawa serta peningkatan kecepatan arus di sekitar perairan DIY.

"Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya peningkatan kecepatan angin di atmosfer di atas Pulau Jawa dan peningkatan kecepatan arus di sekitar Perairan Yogyakarta," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rahma mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar pantai, untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca maupun tinggi gelombang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG melalui media sosial maupun media massa.

"Untuk tetap update dengan informasi cuaca dan peringatannya dari BMKG yang disebarkan melalui media sosial atau media massa seperti radio," tuturnya.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan informasi dan peringatan dari otoritas keselamatan setempat, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), apabila terdapat potensi peningkatan tinggi gelombang maupun perubahan kondisi cuaca.

"Untuk tetap memperhatikan peringatan dari otoritas keselamatan setempat seperti Basarnas jika ada potensi peningkatan tinggi gelombang atau perubahan cuaca," pungkas Rahma.

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi menghempas pantai di Gunungkidul. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan air laut sempat sampai ke deretan warung di Pantai Jungwok.

"Betul (ada gelombang tinggi di Pantai Jungwok). Yang terdampak satu warung saja di Pantai Jungwok, tapi cuma rusak ringan, bolong dikit (bagian dinding)," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (11/8).

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan gelombang tinggi juga terjadi di Pelabuhan Gesing dan Pantai Baron. Marjono menyebut gelombang tinggi itu berdampak pada kerusakan perahu.

"Akibat gelombang tinggi, sejumlah perahu di Gesing rusak dan saat ini masih dalam pendataan," ujarnya.

Marjono mengungkapkan pula bahwa hal yang sama terjadi di Pantai Baron. Di mana beberapa perahu sempat terseret gelombang tinggi.

"Kalau di Pantai Baron ada perahu yang terseret dan tenggelam, tapi sudah dievakuasi," ucapnya.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads