Petaka tembok roboh terjadi saat jalan sehat di Perum Minomartani, Ngaglik, Sleman. 10 orang tertimpa dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa terjadi saat gelaran jalan sehat RW 2 Perum Minomartani, Minggu (9/8) pagi. Tembok pagar milik SDN Minomartani 2 tiba-tiba roboh dan menimpa peserta jalan sehat yang sedang istirahat.
"Peristiwa terjadi saat sejumlah warga sedang beristirahat dan duduk-duduk di sekitar lokasi setelah mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI," jelas Argo saat dihubungi wartawan, Minggu (9/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10 Orang Dilarikan ke RS
Setidaknya 10 orang menjadi korban. 10 orang itu merupakan orang yang terdata masuk rumah sakit.
"Tembok kemudian roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 warga mengalami luka-luka," sambungnya.
10 korban tersebut antara lain 7 warga perempuan yakni AS, S (64), KM (70), ADS (34), SL (40), FN (30), dan BR (28). Lalu 3 warga laki-laki di antaranya AN (31), L (anak SL) dan LSAF (34). Para korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
"Enam korban sempat mendapatkan perawatan di RS Condongcatur, dua korban di RS Hermina, dan dua korban lainnya di RS UAD. Sejumlah korban kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," papar Argo.
Berdasarkan olah TKP, diterangkan Argo, tembok yang roboh memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter.
Tembok itu terbuat dari batako semen, serta diduga telah berdiri sejak sekitar tahun 1980.
"Petugas menemukan tembok tersebut tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai," ujar Argo,
"Saat kejadian, tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok. Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya tembok masih dalam penyelidikan," sambungnya.
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menambahkan, peserta jalan sehat dan senam RW 002 perumahan Minomartani kurang lebih 170-200an warga.
"Yang duduk-duduk banyak, karena itu tempatnya rindang. Evakuasi cepat sih karena dibantu masyarakat, hanya menunggu kendaraan (ambulance) itu sekitar 15-20 menit," ujar Bambang saat dihubungi hari ini.
"Semua biaya (pengobatan di rumah sakit) yang back up pemerintah, kecuali yang sudah BPJS, kalau yang belum BPJS yang back up pemerintah," pungkasnya.
(afn/dil)

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi