Perawat di RSA UGM, Dika Purnomo Aji, disebut-sebut ikut memberi komentar menghina pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan di Threads. Pihak RSA UGM tengah menginvestigasi kasus ini.
Direktur Utama RSA UGM, dr Darwito pun membenarkan bahwa Dika Purnomo Aji merupakan tenaga kesehatan di RSA UGM. Darwito mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim etik untuk mengusut ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan. Dika disebut dipanggil untuk klarifikasi hari ini.
"Diinvestigasi oleh tim etik dan hukum dari rumah sakit RSA UGM. Yaitu dengan komite keperawatan, kabidnya pelayanan keperawatan gitu. Tapi ini tetap di kok di, dilakukan konfirmasi. Jadi kalau memang dia salah ya kenakan apa ini, aturan disiplin etik dan yang lain," kata Darwito saat dihubungi, Kamis (6/7/2026)
Nantinya, tim etik itu yang akan menilai apakah Dika melakukan pelanggaran terkait komentarnya itu. Tim etik juga yang akan menentukan sanksinya sesuai dengan peraturan di RSA UGM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu ada aturannya, sudah ada aturan di rumah sakit kita, begitu. Perilaku seluruh civitas hospitalia dan akademika, yaitu bahwa mulai dari perawatnya, dokternya, koas, residen, trainee, DPJP artinya dokter-dokter, itu ada aturannya," ujar Darwito.
Diketahui, beberapa waktu ini viral komentar sejumlah nakes terhadap pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan, @yurizaltrich yang curhat di Threads. Para nakes dianggap memberi komentar menghina terhadap pasien BPJS yang curhat belum mendapat kamar usai 8 jam menunggu.
Kasus ini semakin menghebohkan usai Yurizal dikabarkan meninggal. Salah satu akun yang disorot ialah akun @1amdika.
"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," begini akun @1amdika mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "Serangan jantung mas kalau ingin cepat (dapat kamar), IGD langsung Cathlab lalu pergi ke ICU."
Belakangan, pemilik akun itu diketahui bernama Dika Purnomo Aji yang bekerja sebagai nakes di RSA UGM.
