Polisi masih menyelidiki siapa pembuang bayi laki-laki di Kemejing I, Kemejing, Semin, Gunungkidul. Saat ini polisi telah meminta keterangan beberapa orang saksi.
"Masih penyelidikan, untuk sementara saksi yang kita periksa empat orang," kata Kapolsek Semin, AKP Aris Sugiyanto saat dihubungi detikJogja, Selasa (4/8/2026).
Terkait siapa empat saksi tersebut, Aris menyebut orang-orang yang mengetahui penemuan bayi kemarin, Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat orang itu merupakan warga sekitar lokasi penemuan bayi," ujarnya.
Terlepas dari hal tersebut, Aris mengungkapkan bahwa saat ini bayi laki-laki itu sudah tidak berada di Puskesmas Semin I. Menurut Aris, Bayi tersebut telah dititipkan ke Karangmojo.
"Untuk bayi kita titipkan ke Dinsos dan kita dampingi dititipkan ke Yayasan Almira di Srimpi, Karangmojo, Gunungkidul," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kemejing I, Kemejing, Semin, Gunungkidul digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki di belakang rumah salah satu warga. Saat ini bayi tersebut telah mendapat penanganan lebih lanjut di Puskesmas Semin I.
Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat Sutinem (44), warga Kemejing I hendak memasak dan menyapu dapur hari ini pukul 05.30 WIB. Namun, sesampainya di dapur, Sutinem mendengar suara tangisan bayi.
"Dengar suara tangisan bayi, saksi langsung memberitahu pak RT," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (3/8/2026).
Selanjutnya, Ketua RT setempat bersama dengan Sutinem melakukan pencarian dari mana asal suara tangisan tersebut. Alhasil, suara tersebut semakin nyaring ketika Sutinem dan warga sampai di semak-semak belakang rumahnya
"Ternyata ada tas berwarna coklat di semak-semak. Setelah tas itu dibuka, ternyata isinya bayi dengan kondisi dibalut jaket berwarna biru," ujarnya.
Bayi tersebut, lanjut Wasdiyanto, dalam kondisi sehat. Sedangkan jenis kelamin bayi tersebut adalah laki-laki.
"Bayi laki-laki itu lalu dibawa warga ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ucapnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia