Seekor kucing di Jogja bernama Messi jadi perhatian karena menjadi hewan peliharaan pertama yang mendapatkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). Pemilik Messi menceritakan alasan kenapa kucingnya dinamai seperti bintang Tim Nasional (Timnas) Argentina, Lionel Messi.
Azman Latif, pemilik Messi, menuturkan kucingnya dinamai oleh anaknya.
"Kisaran tahun 2011 itu ya, Lionel Messi memang lagi jago-jagonya. Nah anak saya memang penggemar Messi, ya sudah makanya kucingnya dikasih nama Messi," terang Azman yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta itu saat dihubungi, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, pada periode 2004 hingga 2021, Messi berseragam Barcelona. Bersama Blaugrana, pemain berjuluk La Pulga alias Si Kutu itu mempersembahkan 10 trofi La Liga, 7 piala Copa Del Rey, 7 titel Piala Super Spanyol, 4 gelar Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dan tiga kali juara Piala Dunia Antarklub.
Azman melanjutkan, Messi diadopsi dari kerabatnya saat berusia 2 bulan hingga kini 15 tahun. "Alhamdulillah ya, meski usianya sudah termasuk tua untuk ukuran kucing ya, tapi Messi masih diberikan kesehatan sampai sekarang," tuturnya.
Ia pun memuji Messi sebagai sosok yang pintar.
"Pas awal diadopsi itu si Messi ini tanpa diajari sudah bisa buang air di toilet, sampai sekarang masih konsisten. Entah buang air kecil atau besar, semua di toilet. Jadi ndak perlu repot-repot," ujarnya.
Messi Jadi Bagian KucingMu
Dengan mengantongi KTAM, Mesis menjadi kucing pertama yang masuk ke dalam Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) dengan nomor register 12.KCG.0001. KTAM Messi didapat usai pemeriksaan kesehatan di Gedung PW Muhammadiyah DIY, Minggu (5/7).
Ketua Lembaga Dakwah, Komunitas PW Muhammadiyah DIY, Ananto Isworo, menjelaskan pada kesempatan tersebut sekaligus menjadi peluncuran program KucingMu. Messi menjadi kucing pertama yang menerima bukti keanggotaan.
"Ya harapannya (program) KucingMu bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah," jelas Ananto dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Selasa (7/7).
(apu/afn)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg