Melacak Jejak Donatur Buronan Pembunuh Dekat SMA Jogja

Round-Up

Melacak Jejak Donatur Buronan Pembunuh Dekat SMA Jogja

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 08 Jul 2026 06:01 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026).
Rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Satreskrim Polresta Jogja mengungkap identitas donatur buronan pembunuh pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Donatur itu bernama Taufik. Ia kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) bersama 3 buronan lainnya.

Ps Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, mengatakan Taufik berperan dalam proses kaburnya para tersangka ke Cilacap, seperti menyewa mobil dan memberikan akomodasi berupa uang.

"Kalau tersangka utama itu yang DPO tiga orang, yang satu di bawah umur, yang dua udah cukup umur. Yang pendananya udah cukup umur, atas nama Taufik," kata Gara di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, kita bilang pendana itu kayak mereka kan sewa mobil. ya pendana itu dalam arti ya dia membiayai untuk rental mobil, habis itu kan butuh bensin ke Cilacap kan cukup jauh, itu didanai. Tapi kalau untuk kehidupan sehari-hari, ya mereka saku masing-masing," imbuh dia.

Gara menjelaskan, Taufik membantu pelaku tindak pidana dalam melarikan diri sebagai upaya mempersulit polisi dalam melakukan proses penyidikan.

ADVERTISEMENT

"Untuk sejauh ini tidak ada pekerjaan utama dari pendana, sejauh ini yang kita lihat lulusan sekolah juga dan profilingnya masih dalam lingkup pergaulan yang sama dengan tersangka utama kita," ungkap Gara.

Adapun tersangka yang sudah tertangkap antara lain LTF (18) alias Lupek, YSF (18) alias Ucup, dan satu pelaku masih di bawah umur inisial F (17) yang merupakan tersangka utama. Kemudian pria inisial SR (19) alias Septian alias Tian selaku fasilitator kaburnya para tersangka.

Selain Taufik selaku pendana, tiga tersangka utama juga masih dalam proses pengejaran.

"(Tiga DPO) Martino alias Tino, habis itu ada Maja, terus ada Farel," ungkap Gara.

"Untuk update pencarian, kita bekerja sama dengan Resmob dan juga dari Jatanras Polda. Untuk semua informasi ataupun tambahan-tambahan itu akan selalu kita anefkan," sambungnya.

Gara menambahkan, jika para DPO belum tertangkap sampai batas waktu penyidikan terhadap para tersangka yang sudah diamankan usai, berkas perkara DPO akan dipisah dengan para tersangka.

"Jika kalau nanti 3 orang DPO ini belum ketemu sampai proses tahap 2 maka berkasnya akan kita split nanti, yang 3 orang ini akan kita dahulukan untuk proses penyidikan, pelimpahan dan Kejaksaan," pungkasnya.

Pembunuhan Berawal dari Cekcok di Jalan

Kemarin, Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Total ada 19 adegan diperagakan, mulai dari korban dan rombongan pelaku berpapasan hingga pembacokan tersangka terhadap korban.

Rekonstruksi digelar di Halaman tengah Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Dua tersangka utama yakni LTF (18) alias Lupek YSF (18) alias Ucup dihadirkan langsung dalam rekonstruksi. Sedangkan satu tersangka lain inisial F (17) digantikan peraga lantaran masih di bawah umur.

"Beberapa yang masih DPO kita gantikan dengan pemeran pengganti," terang PS Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, usai rekonstruksi.

"Tadi total sekitar ada 19 adegan, dimulai dari proses korban dan juga pelaku bertemu di daerah Jalan Megelang hingga ke titik TKP depan SMA Negeri 3 dan terakhir posisi korban itu terjatuh di depan gereja HKBP," sambungnya.

Detik-detik Kejadian

Dalam rekonstruksi ini, diperagakan kejadian saat rombongan tersangka yang berjumlah enam orang berboncengan menggunakan tiga motor pada Minggu (17/5) lalu. Mereka bertemu dengan korban yang tengah berboncengan dengan saksi di jalan Magelang, Tegalrejo.

"Kalau motifnya awalnya bisa kita lihat bersama dalam proses rekonstruksi karena adanya lihat-lihatan dan dilanjutkan proses tantang-tantangan, akan tetapi dari perkara ini tidak ada unsur janjian ataupun unsur tawuran antargeng," ungkap Gara.

Sesampainya di simpang empat Pingit, motor korban dipepet motor yang dikendarai tersangka buron Farel yang berboncengan dengan Ucup. Di situ, Ucup terlibat perbincangan dengan korban.

"Sekolah ngendi?" ujar Ucup kepada korban.

"Kepo!" jawab korban ketus.

"Lha kowe ki sekolah ndi?" sahut Ucup lagi.

"Ora sekolah!" jawab korban.

Percakapan itu terhenti setelah lampu bangjo memberi isyarat hijau. Mereka pun pergi ke selatan. Sesampainya di bundaran Ditlantas Polda DIY, rombongan tersangka dan korban berpisah, korban ke timur dan rombongan tersangka ke timur.

Namun di momen perpisahan ini, terdapat adegan krusial. Korban menengok ke belakang sembari melambaikan tangan kepada para tersangka seraya berteriak, "Ndene (sini!)!". Melihat itu, para tersangka langsung berbalik mengejar korban.

Aksi kejar-kejaran terjadi hingga sampai tempat kejadian perkara di depan SMAN 3 Jogja. Tersangka Lupek langsung turun sesaat setelah korban memberhentikan motor. Lupek yang sedari awal sudah membawa celurit langsung mengibaskannya ke dada korban.

"Dalam adegan tadi dapat kita lihat bersama jelas bahwa korban itu menerima bacokan satu kali tepat pada dada atas bagian kanan, sehingga ketika proses korban dibawa ke rumah sakit di perjalanan, korban terjatuh," papar Gara.

"Pada faktanya ketika ditolong oleh ambulans gereja, dalam perjalanan menuju rumah sakit sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2
(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads