Postingan bernarasi aliran air Sungai Opak di Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul tercemar hingga berwarna hitam ramai di media sosial (medsos). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul telah melakukan pengecekan ke lokasi dan ternyata lokasinya berada di Banguntapan, selain itu kondisi air sama sekali tidak tercemar.
"Sebuah video kondisi aliran sungai beredar luas di media sosial pada Sabtu sore, 4 Juli 2026. Rekaman memperlihatkan air Sungai Opak di kawasan Watu Gaiah. Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Pivungan berubah warna meniadi hitam pekat dan keruh, diduga kuat akibat pencemaran limbah," kata akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja, Senin (6/7/2026).
"Berdasarkan video vang beredar, warna air tidak seperti biasanva dan terlihat menqalir gelap merata di sepanjang titik tersebut. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul terkait sumber limbah, ienis pencemaran maupun dampak yang ditimbulkan," lanjut akun tersebut.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengaku telah mengetahui informasi tersebut. Bahkan, hari ini telah memerintahkan stafnya untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian.
"Dari DLH sudah cek ke lokasi untuk memastikan kondisi dan antisipasinya," katanya saat dihubungi detikJogja, hari ini.
Ternyata lokasi kejadian tersebut berada di kawasan Watu Gajah yang masuk wilayah Combongan, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Selain itu, dari hasil pengecekan tidak ada pencemaran di aliran sungai tersebut.
"Hasilnya tadi aman, tidak ada pencemaran," ujarnya.
Berdasarkan foto-foto dokumentasi dari DLH, kondisi sungai cukup jernih dengan air berwarna kehijauan. Adapun foto tersebut diambil pada Minggu (5/7) siang.
Akan tetapi, DLH mengaku masih mendalami jika ada kemungkinan pencemaran air sungai. "Tapi masih kita telusuri lagi, jika ada perkembangan nanti kita sampaikan," ucapnya.
Simak Video "Video Mobil Masuk Jurang di Polanharjo Klaten gegara Liat Google Maps"
(aku/ahr)