Debat Panas Mahasiswa Vs Warek UNY gegara Spanduk

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 29 Jun 2026 06:00 WIB
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Dok Laman Universitas Negeri Yogyakarta
Jogja -

Video debat panas Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Siswanto dengan mahasiswa viral di media sosial. Debat panas itu ternyata dipicu gegara spanduk kritik.

Momen debat panas itu diunggah akun Instagram @gardabiru.uny, Siswanto terdengar menyebut spanduk kritik dari mahasiswa 'sampah'.

Peristiwa itu terjadi pada saat mahasiswa hendak menggelar aksi pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu. Kebetulan, aksi itu bertepatan dengan momentum wisuda.

Warek Bidang SDM dan Hukum UNY Siswanto menyebut debat panas yang terekam di video itu dipicu karena aksi mahasiswa tidak berizin. Menurutnya, isi spanduk itu juga berisi tulisan yang tidak pantas.

"Kemarin ada beberapa mahasiswa yang mau melakukan teatrikal di Hall Rektorat tanpa izin, padahal hall Rektorat sedang banyak mahasiswa dan orang tua setelah wisuda," ujar Siswanto saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).

Dia juga mengkritik materi spanduk yang disebutnya keliru. Menurutnya, hingga saat ini UNY belum punya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Material teatrikal mengotori lantai dan ada tulisan tidak pantas. Mereka menuduh UNY punya SPPG padahal sampai saat ini belum ada," cetusnya.

Duduk Perkara Versi Mahasiswa

Sementara itu, pihak mahasiswa menjelaskan aksi teatrikal itu sedianya dilakukan dengan menggelar spanduk berisi kritik. Isi spanduk itu disebut menolak kampus menjadi dapur makan bergizi gratis (MBG).

"Spanduknya itu besar ya, itu sekitar 2x2 meter. Isinya tulisan 'rektor pendidikan, tidak tahu pendidikan, kampus tempat memasak pikiran, bukan tempat memasak MBG, kami mahasiswa UNY menolak SPPG'. Hanya tiga kalimat tersebut yang kami tuliskan di spanduk itu," ujar Perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY Andri.

Andri mengungkap spanduk jumbo itu hendak dipasang di tangga rektorat. Setelah dipotret, rencananya spanduk itu bakal langsung dicopot agar tak mengganggu wisuda.

"Tapi sebelum memasuki area tangga rektorat kita udah dicegat di selasar rektoratnya oleh banyak satpam dan salah satunya oleh Pak WR. Nah, kita sempat menerobos, kita mau menerobos," terang Andri.

Setelahnya sempat terjadi aksi saling dorong. Setelah terdorong keluar rektorat, terjadi cekcok antara mahasiswa dan wakil rektor seperti yang terekam dalam video viral.

"Nah, mulai cekcok. Pak WR juga mengatakan, wah ini nggak bisa kalau di sini, ini kotor wah ini sampah lah, itu seperti yang video beredar di media sosial," terang Andri.

Andri sendiri mengaku kaget dengan pernyataan Warek SDM dan Hukum UNY itu. Pihaknya pun sempat terdiam gegara syok.

"Kita sempat kaget ya, kenapa bisa dengan bahasa yang seperti itu, karena kita juga jarang menemukan bahasa-bahasa yang sampah, ini kotor di dalam aksi kita selama ini. Kita pun juga nggak menyadari kalau itu ternyata juga WR. Kita kaget aja sih. Makanya kita, khususnya saya sendiri, syok dan diam gitu, nggak bisa ngomong apa-apa," ujarnya.

Setelahnya, aksi kemudian digeser ke depan gerbang utama UNY. Spanduk itu akhirnya bisa dibentangkan meski sempat dilarang.



Simak Video "Viral Dosen Serang Mahasiswi saat Orasi, BEM UNY Buka Suara"

(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork