Niat Puasa Tasua 24 Juni 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Niat Puasa Tasua 24 Juni 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 23 Jun 2026 18:01 WIB
Ilustrasi Niat Puasa Tasua
Ilustrasi Niat Puasa Tasua (Foto: Firman Marek Brew/Pexels)
Jogja -

Besok Rabu, 24 Juni 2026 bertepatan dengan 9 Muharram 1448 H menurut tanggalan Pemerintah dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah. Itu artinya, waktu mengerjakan puasa Tasua sudah tiba. Bagaimana bacaan niatnya?

Dirujuk dari laman resmi Sekolah Daarut Tauhid Indonesia, niat secara bahasa berarti keinginan. Adapun dari kacamata istilah, niat adalah bertekad mengerjakan suatu ibadah karena Allah SWT.

Bagi umat Islam, niat adalah fondasi amalan yang tak boleh sampai terlewat. Tanpa niat yang berfungsi sebagai pembeda, suatu ibadah tak ada bedanya dengan kegiatan biasa atau kebiasaan sehingga tiada bernilai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berhubung pelaksanaan puasa Tasua tinggal beberapa jam lagi, detikers perlu mengetahui bacaan niatnya. Berikut detikJogja cantumkan niat puasa Tasua, lengkap Arab, Latin, arti, dan waktu membacanya.

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Tasua 24 Juni 2026

Disadur dari buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki tulisan Taufiq FR, begini niat puasa Tasua:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψͺَاسَعَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma Tasu'a sunnatal lillaahi ta'aalaa.

Arti: "Aku niat puasa hari Tasua, sunnah karena Allah Ta'ala."

Perlukah Niat Puasa Tasua Dibaca?

Seperti detikers ketahui, terdapat dua pendapat mengenai sunnah tidaknya membaca niat sebelum beribadah, termasuk puasa. Ada ulama yang menganggap sunnah, sedangkan lainnya menyebut melafalkan niat sebagai bid'ah.

Dirujuk dari buku Pengantar Kaidah Fikih oleh Dr Amrullah Hayatudin, dalam kitab Syafinnatunnaja Fi Usuli al-Din wa al-Fiqh, salah satu yang beranggapan sunnahnya melafalkan niat adalah Muhammad Nawawi al-Jawi. Ia menulis:

"Niat adalah memaksudkan melakukan suatu perbuatan berbarengan an-nur perbuatan tersebut, tempatnya adalah di dalam hati dan melafalkannya merupakan perbuatan sunnah (disukai)."

Di sisi lain, di antara ulama yang menolak pelafalan niat adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ia berkomentar di dalam kitabnya, Majmu' al-Fatawa:

"Nabi Muhammad, beliau sebelum bertakbiratul ihram tidak membaca apapun, beliau juga tidak melafalkan niat baik sebelum bersuci, sebelum sholat, sebelum berpuasa, sebelum berhaji, maupun ibadah-ibadah lain. Para Khulafaur Rasyidin juga demikian. Nabi Muhammad pun tidak pernah memerintahkan pada seorang pun untuk melafalkan niat... Seandainya melafalkan niat adalah hal yang dianjurkan maka tentunya sudah dilakukan oleh Nabi dan pasti itu diketahui oleh umat Islam."

Wallahu a'lam bish-shawab.

Kapan Baca Niat Puasa Tasua?

Untuk detikers yang mengikuti pendapat tidak perlu melafalkan niat, waktu membaca ini tentu tak menjadi masalah. Namun, untuk yang memilih sunnah melafalkan, waktu bacanya jadi perkara penting.

Menurut penjelasan di buku Catatan Fikih Puasa Sunnah oleh Hari Ahadi, waktu berniat puasa sunnah dibagi menjadi 2. Untuk puasa sunnah yang tidak terikat waktu, niat boleh-boleh saja disusulkan biarpun waktu subuh sudah terlewat. Dengan catatan, belum melakukan pembatal-pembatal puasa.

Hukum berbeda diterapkan untuk puasa sunnah dengan waktu terikat, seperti Arafah, Asyura, dan Tasua. Puasa tipe ini disamakan dengan puasa wajib sehingga niat harus sudah ada di hati atau dibaca sejak malam sebelum subuh.

Pasalnya, jika baru disusulkan setelah lewat subuh, maka puasanya tidak terhitung utuh satu hari. Apabila baru berniat puasa Tasua setelah siang hari, maka puasa detikers sah, tetapi sebagai puasa Mutlak, bukan Tasua.

Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin:

"Puasa sunnah yang tertentu waktunya memiliki hukum yang sama seperti puasa wajib. Jadi umpamanya, seseorang ingin berpuasa enam di bulan Syawal, maka dia harus berniat dari sebelum Subuh. Tidak sah (puasa enamnya) jika dia baru berniat di waktu siang, meskipun sah sebagai puasa sunnah yang tidak terikat." (Fath Dzil Jalali wal-Ikram, VII/89)

Dengan demikian, niat puasa Tasua 24 Juni 2026 dibaca mulai malam ini hingga sebelum subuh esok hari.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan di laman Nahdlatul Ulama (NU) Jabar, niat puasa Tasua boleh disusulkan siang hari karena hukumnya sunnah. Begini niatnya jika dibaca siang hari:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi an-ada'i sunnatit-Tasua lillaahi ta'aalaa.

Arti: "Aku berniat puasa sunnah Tasua hari ini karena Allah Ta'ala."

Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian niat puasa Tasua 24 Juni 2026 lengkap Arab, Latin, dan artinya. Jangan lupa diamalkan, ya, detikers!



(num/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads