Api yang membakar sejumlah barang di rumah Mutfiana atau Fia warga Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, akhirnya berhenti. Ada 127 kali kebakaran yang meneror Fia selama ini.
Para akademisi juga melakukan penelitian. Kemudian pada hari Rabu (17/6) hasil penelitian itu diberikan kepada Fia.
Api Berhenti Setelah Barang Dievakuasi
Saat berada di kantor BPBD Sleman untuk menerima hasil penelitian kebakaran itu, Fia mengatakan sudah ada 127 kejadian sejak 23 Mei 2026 lalu. Bahkan Fia terpaksa mengevakuasi barang-barang di rumahnya. Barang-barang yang terbakar oleh teror api itu antara lain tikar, pakaian, perabotan, hingga tas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, perlu diketahui teman-teman, api ini eh alhamdulillah tidak terjadi lagi karena kita sudah mengosongkan rumah," kata Fia Rabu (17/6/2026).
Teror Api Berhenti
Setelah memindahkan barang-barang yang mudah terbakar, perlahan teror api itu tak muncul lagi. Fia juga akan menempati lantai dua rumahnya.
"Pindah ke rumah atas, yang notabene memang aman ya. Yang di bawah sementara ini memang dikosongkan. Kita parkir juga masih mengungsi," kata dia.
Fia juga menjelaskan soal api misterius yang tidak muncul lagi setelah dipasang CCTV.
"Jadinya kalau misalnya kita masih ada barang-barang sesuai seperti di awal sebelum dipasangi CCTV, kan ada nih statement bilang kalau, 'loh, setelah ada CCTV kenapa tidak terjadi terbakar gitu ya?' Ya karena sebelum ada CCTV, kita sudah relokasikan semuanya barang-barang yang mudah terbakar itu," ucap dia.
Baca juga: Teror Api di Rumah Fia Akhirnya Berhenti |
CCTV Dilepas
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan hasil penelitian dari para akademisi sudah diserahkan ke Fia. Dia juga menyebut dua CCTV yang dipasang sudah dilepas.
"Jadi Mbak Fia ini datang ke kantor BPBD mewakili keluarga untuk meminta hasil riset penelitian, observasi, dari teman-teman tim yang kemarin terjun untuk meneliti fenomena api di Sayegan. Hasil kajiannya, temuannya dari UGM, UPN, dan juga BBPTKG," kata Bambang kepada wartawan.
"Sudah dicopot semua. Yang di (rumah) Fia ada dua di ruang depan dan ruang tengah," imbuhnya.
Polisi Turun Tangan
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya akan mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam peristiwa ini.
"Nanti, apakah ada hal-hal yang di luar fenomena alam, ini kami masih akan kumpulkan, sehingga fakta akan terungkap setelah ini," kata Wiwit ditemui di Kantor Bupati Sleman, Senin (15/6/2026).
"Dalam hal ini, kita mencari fakta-fakta. Apakah fakta ini nanti akan membawa kita ke mana? Jadi, kita mengumpulkan fakta yang ada di lapangan," imbuhnya.
Fia Dukung Penyelidikan Polisi
Setelah polisi menyatakan akan mengumpulkan fakta, Fia dan keluarga mempersilahkan. Bahkan dia bersedia membantu.
"Saya dan keluarga membuka sekali untuk kepolisian dalam tahap penyelidikan," kata Fia.
"Kalau memang dibutuhkan apa pun terkait dengan hal tersebut, kami ya mengupayakan," imbuhnya.
Dalam penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN 'Veteran' Jogja, bahkan BPPTKG, belum ditemukan unsur fenomena alam dalam teror api itu. Namun Fia dengan tegas membantah kebakaran disengaja. Dia menyebut barang-barang yang terbakar merupakan hasil jerih payah keluarganya.
"Nabung buat beli spring bed, nabung buat beli baju. Kok ya tega banget, terus motifnya itu apa? Enggak mudah dapatnya butuh proses panjang mosok kita bakar sendiri," jelas Fia.
(alg/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya