Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja kini memutuskan memilah-milah laporan masyarakat yang masuk. Hal ini merupakan upaya efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Damkarmat Jogja, Taokhid menjelaskan sebenarnya pihaknya sudah mulai mengencangkan ikat pinggang sejak adanya efisiensi anggaran tahun ini.
"Iya, sebenarnya hampir sama sih kalau terkait efisiensi proporsinya. Itu kan pengurangannya ya sekitar 30%. Itu untuk anggaran operasional. Sebenarnya kan sudah kita lakukan analisis kaitannya dengan prioritas. Jadi, yang memang itu terkait operasional," jelas Taokhid saat dihubungi, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah sebenarnya dampak yang cukup berat bagi kami itu bukan ke efisiensinya tapi justru malah ke kenaikan harga BBM. Kebetulan kan kami pakainya Pertamina Dex, ya untuk truk-truk Damkar itu," sambung Taokhid.
Kenaikan harga Pertamina Dex yang menyentuh Rp 24.800 per liter ini diakui Taokhid cukup membebani Damkarmat Kota Jogja. Apalagi mereka punya 8 unit kendaraan operasional penanganan kebakaran dan 2 unit kendaraan operasional penyelamatan.
"Nah, akhirnya kami kan kalkulasikan begitu, ternyata kan di anggaran murni itu kan ketercukupan dari dana ataupun anggaran yang sudah direncanakan itu harusnya bisa sampai akhir tahun," ungkap Taokhid.
"Tapi karena kemudian ada kenaikan harga, itu kemudian tidak bisa. Hanya berkisar sampai dengan bulan Agustus, September, yang akhirnya kita harus berhitung ulang begitu," lanjutnya.
Taokhid pun mengaku telah mengajukan penyesuaian anggaran di anggaran perubahan 2026. Namun, sebelum anggaran perubahan 2026 ditetapkan, pihaknya harus memutar otak agar operasional tetap berjalan.
Alhasil, langkah untuk memfilter laporan masyarakat pun diambil. Damkarmat yang sebelumnya menerima seluruh laporan masyarakat, kini hanya menerima laporan yang sifatnya darurat.
"Jadi selektif itu nonkebakaran, nonkedaruratan. Kalau yang kedaruratan emergensi, baik itu kebakaran maupun evakuasi penyelamatan, kita tetap prioritaskan. Untuk dukungan yang sifatnya emergensi tetap tidak kemudian kita abaikan, kita prioritaskan," terangnya.
"(Rescue ular) Itu termasuk prioritas itu, karena itu juga membahayakan keselamatan jiwa to. Baik itu jiwa manusia maupun juga jiwa binatang. Jadi, untuk evakuasi penyelamatan vertical rescue, animal rescue, mungkin water rescue itu tetap menjadi prioritas," imbuhnya.
Taokhid menyebut filter laporan ini juga untuk meluruskan sistem laporan yang selama ini terjadi. Menurutnya, selama ini banyak laporan yang seharusnya tidak masuk dan ditangani Damkarmat Kota Jogja.
"Karena mungkin panjenengan tahu banyak sekali laporan yang masuk ke kami, itu kadang kala kan di luar kewenangan kami, kewenangan kadang sektor lain atau daerah lain gitu. Itu yang kami seleksi sebenarnya," ujar Taokhid.
"Jadi yang mungkin menjadi kewenangan sektoral, ya kita arahkan untuk ke sektor terkait. Atau yang kebetulan wilayah administrasinya di luar kota, ya kita dorong untuk lapor ke daerah setempat begitu agar kemudian kaitannya aspek kewenangan itu sesuai," pungkasnya.
(ams/dil)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya