Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku menemukan dua alat pelacak di mobil milik saudaranya yang dipinjamkan kepadanya. Alat pelacak tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda dan dalam waktu yang berdekatan.
Alat pelacak pertama berbentuk kotak ditemukan Tiyo di bawah rangka mobil usai pulang dari menghadiri aksi di simpang tiga Gejayan. Sementara alat kedua berbentuk pipih ditemukan di ban belakang dalam perjalanan menuju bandara di Semarang.
"Ini membuat saya tambah berdebar karena saya tidak tahu apakah dua alat ini adalah alat yang berbeda yang dipasang di jangka waktu yang berbeda atau alat kedua ini saling berhubungan," ujar Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Tiyo Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil
Berikut kronologi lengkapnya:
Jumat, 12 Juni 2026
Tiyo berangkat dari Kudus pada Jumat (12/6) pukul 14.00 WIB. Dia berangkat dari Kudus menuju Semarang, kemudian sempat mampir untuk makan.
Karena macet dia baru sampai di Hotel Cordova, Tembalang, Semarang sekitar pukul 19.00. Di sana dia istirahat dan kemudian sempat pergi ke beberapa tempat.
Sabtu, 13 Juni 2026
Esok paginya dia menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang. Di sana dia sudah mendapati ada beberapa orang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto.
Pukul 12.30 WIB
Selesai acara, sekitar pukul 12.30 WIB dia berangkat ke Jogja untuk turut terlibat dalam aksi di Gejayan.
Sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja sebenarnya beberapa kali notifikasi itu muncul. Dia tidak menganggap itu sebagai suatu yang penting karena dalam keadaan menyetir.
Pukul 20.00-21.00 WIB
Sesudah aksi dari Gejayan, sekitar pukul 20.00 atau pukul 21.00 WIB, dia mendapati notifikasi itu muncul kembali. Dia segera melakukan pengecekan dan menemukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya.
Setelah berkonsultasi dengan beberapa orang, alat tersebut kemudian direndam dalam air.
Minggu, 14 Juni 2026
Pukul 12.00 WIB
Hari selanjutnya, Tiyo berangkat lagi ke Semarang. Di perjalanan, dia masih mendapat notifikasi alat itu masih bergerak.
Dia menganggap alat tersebut kurang lama direndam dalam air sehingga masih bisa berfungsi. Namun, setelah alat itu dipindahtangankan, ternyata di ponsel Tiyo masih muncul notifikasi serupa.
"Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan solasi, lakban gitu hitam di bagian ban kanan belakang," ujar Tiyo.
Dari penyelidikan Tiyo, alat pelacak di ban tersebut sudah dipasang sejak saat dirinya berada di hotel daerah Semarang pada Jumat (12/6).
Setelah temuan itu, Tiyo kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara untuk menuju Makassar. Di sana dia akan menghadiri acara diskusi.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!