Kemaluan Bocah di Kricak Jogja Kejepit Ritsleting, Damkar Turun Tangan

Kemaluan Bocah di Kricak Jogja Kejepit Ritsleting, Damkar Turun Tangan

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 08 Jun 2026 17:43 WIB
Banana wrapped with a tape measure on a yellow background, a concept of weight loss, healthy nutrition
Ilustrasi kemaluan bocah kejepit ritsleting. Foto: Getty Images/Michael Nesterov
Jogja -

Peristiwa bikin ngilu dialami seorang bocah laki-laki kelas 3 SD di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Jogja. Kemaluan bocah itu tersangkut ritsleting celana, membuat tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja menyelamatkan anak itu menggunakan alat khusus.

Kepala Seksi Operasional Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Damkarmat Kota Jogja, Danarto Setyo Pambudi, mengatakan peristiwa itu terjadi Jumat (5/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Anaknya habis selesai pipis, kemudian menarik atau merapikan celananya. Kebetulan anak tersebut tidak memakai celana dalam, sehingga bagian kemaluannya terkena ritsleting," kata Danar saat dihubungi detikJogja, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danar tak menyebut identitas bocah tersebut. Awalnya sang ayah berencana membawa anaknya ke rumah sakit. Namun karena lokasi rumah lebih dekat dengan Pos Damkarmat Kyai Mojo, mereka memutuskan meminta bantuan petugas damkar.

ADVERTISEMENT

"Karena rumahnya di Kricak dan lebih dekat ke Pos Mojo, akhirnya langsung dibawa ke sana untuk mendapatkan penanganan," ujarnya.

Setibanya di Pos Mojo, dua petugas langsung melakukan proses evakuasi. Namun upaya pelepasan ritsleting berlangsung cukup lama karena korban kesakitan di bagian kemaluannya.

Momen Damkarmat Jogja mengevakuasi kemaluan anak kelas 3 SD di Kricak yang terjepit resleting. Foto diunggah Senin (8/6/2026).Momen Damkarmat Jogja mengevakuasi kemaluan anak kelas 3 SD di Kricak yang terjepit resleting. Foto diunggah Senin (8/6/2026). Foto: dok. Damkarmat Jogja

"Prosesnya sekitar 30 sampai 45 menit. Anak itu menangis karena kesakitan, jadi harus ditenangkan dulu sebelum dievakuasi. Kasihan juga karena masih kelas 3 SD," ungkapnya.

Danar menyebut untuk melepaskan ritsleting yang menjepit kulit kemaluan korban, petugas menggunakan gerinda mini yang biasa dipakai dalam evakuasi cincin.

"Kami menggunakan alat gerinda yang biasanya dipakai untuk evakuasi cincin yang sulit dilepas. Celananya juga terpaksa disobek agar ruang gerak petugas lebih leluasa saat melakukan evakuasi," jelasnya.

Menurut Danar, korban mengalami luka ringan di bagian kemaluan akibat terjepit ritsleting. Meski demikian, luka tersebut tidak sampai memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

"Kalau luka pasti ada karena terkena ritsleting, tetapi tidak parah dan tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit," pungkasnya.



(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads