Komikus Apri Kusbiantoro (50) menjadi terkenal di industri komik Eropa karena gaya gambarnya yang hampir serupa dengan komikus Don Lawrence. Bahkan, saking samanya, Apri mendapat kepercayaan untuk menjadi ilustrator komik Storm yang sangat digandrunginya ketika kecil.
Apri mengatakan, bahwa awalnya mencoba peruntungan dengan mengirimkan karyanya ke Amerika melalui digital webbing pada tahun 2007. Saat itu Apri mencari penulis yang membutuhkan ilustrator.
"Setelah ketemu saya email dan kirim gambar-gambar, ternyata cocok dan ditawari naskah agar direalisasikan sebagai komik. Semua itu baru dapat di tahun 2011, jadi cukup lama," katanya kepada wartawan di kediamannya, Trimulyo, Jetis, Bantul, Jumat (5/6/2026).
Apri pun mengerjakan komik tersebut dengan tujuan hanya untuk bersenang-senang. Mengingat saat itu Apri sudah bisa hidup dari pekerjaan sebagai animator dan belum bisa berpaling dari dunia animasi yang sudah menghidupinya selama ini.
"Lalu penerbit mayor melirik dan membuat komik Radio Gaga. Ternyata Amerika deadline sangat ketat, karena masih animator saya fokus ke animasi saja," katanya.
Namun, hasrat Apri untuk menjadi komikus tetap besar hingga akhirnya mencoba mengirimkan portofolio ke Eropa. Apri mengungkapkan alasannya memilih pasar komik Eropa karena dahulu suka membaca komik Storm.
"Ternyata ada orang Belanda menghubungi saya dan bilang 'kok gaya gambarmu mirip dengan Don Lawrence'. Dari situ orang Belandanya ingin memasukan karya saya ke majalah, saat itu saya percaya saja dan langsung mengirim gambar dengan catatan carikan penulisnya," ujarnya.
Hal itu berlanjut dengan seorang penulis Belanda yang ingin berkolaborasi dengan Apri. Di mana orang Belanda itu menjadi penulis naskah dan Apri sebagai ilustratornya.
"Lalu ada email masuk dari penulis Belanda yang ingin kolaborasi, saat itu saya tidak niat mencari uang karena memang tertarik. Akhirnya saya membuat komik Lemuria yang pengerjaannya memakan waktu dua tahun karena posisi saat itu masih jadi animator," ucapnya.
Komik serial De Verloren Verhalen van Lemuria adalah kolaborasi Apri sebagai co-creator dan ilustrator dengan penulis Belanda, Sytse Algera. Selain berbahasa Belanda, serial ini diterbitkan dalam beberapa bahasa, diantaranya, Inggris, Jerman, dan Italia. Apri menyelesaikan dua episode awal dari total 3 episode.
Bersama penulis Belanda lainnya yakni Willem Ritstier, Apri menciptakan karakter komik Saul, komik ini berjalan tiga seri dan rencana akan berlanjut.
Orang Belanda itu, ungkap Apri, kembali menghubungi karena komiknya akan terbit dan menawari Apri untuk datang ke Belanda. Apri pun tertarik namun ternyata tidak ada akomodasi dari pihak Belanda.
"Saat komik mau terbit saya dikabari mau ke Belanda tidak, saya tertarik dan sempat tanya dibiayai ternyata tidak. Tapi saya tetap berangkat dengan uang sendiri karena dijanjikan bisa mengembalikan uangnya," ujarnya.
Uang pulang ke Indonesia, ujar Apri, berasal dari meet and greet yang dibuat orang Belanda. Pasalnya gambar Apri mirip dengan karya Don Lawrence.
"Setelah membawa untung dari sana saya pulang ke Indonesia. Singkat cerita saya lalu menikah dan mulai menjadi komikus," ucapnya.
Benar saja, tidak lama kemudian Apri mendapatkan tawaran untuk menjadi ilustrator komik Storm. Mendapat tawaran tersebut, Apri langsung mengiyakannya.
(ahr/ahr)