Inspektorat Sleman Audit Dugaan Korupsi Pamong Kalurahan Bangunkerto

Inspektorat Sleman Audit Dugaan Korupsi Pamong Kalurahan Bangunkerto

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Rabu, 03 Jun 2026 12:01 WIB
Suasana kantor Kalurahan Bangunkerto Turi, Selasa (26/5/2026)
Suasana kantor Kalurahan Bangunkerto Turi, Selasa (26/5/2026). Foto: dok. detikJogja
Sleman -

Inspektorat Sleman melakukan audit untuk menelusuri kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pamong Kalurahan Bangunkerto, Turi. Sampai saat ini, sejumlah pamong telah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sudah ada yang dipanggil ke inspektorat untuk pemeriksaan. (Yang diperiksa) Pamong-pamong sana (Kalurahan Bangunkerto)," kata Inspektur Kabupaten Sleman, R Budi Pramono saat dihubungi wartawan, Rabu (3/6/2026).

Budi menyampaikan, dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat itu menyangkut pengelolaan dana kalurahan. Akan tetapi, pihaknya masih akan memastikan lagi anggaran tahun berapa yang dikorupsi dan apa bentuk korupsi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Detailnya kita belum bisa menjawab tapi kalau masyarakat itu (laporannya) korupsi. Makanya kita mencoba memotret, dana apa yang (dikorupsi)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, dalam aduan warga terduga pelaku merupakan pamong Kalurahan Bangunkerto. Budi menyebut sampai saat ini pihaknya masih bekerja untuk menentukan pelaku yang dari informasi masyarakat lebih dari satu orang.

"Kita masih perlu pendalaman. Kalau belum bisa dipetakan kan kita belum bisa menentukan siapa melakukan apa. Yang kita cari itu," ujarnya.

Budi menyampaikan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Ia menyebut setidaknya butuh waktu satu bulan sampai hasil audit Inspektorat selesai dan disampaikan ke bupati.

"Hasil audit nanti berupa laporan hasil pemeriksaan yang nanti disampaikan ke bupati," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial spanduk bernada protes terpasang di gerbang depan Kantor Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman. Spanduk itu berisi tuntutan warga agar mengusut kasus korupsi yang diduga terjadi di kalurahan.

Adapun peristiwa tersebut viral usai diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Akun tersebut mengunggah foto kondisi kalurahan pagi tadi.

"Suasana kantor kalurahan Bangunkerto Turi Sleman pagi tadi (26/5/2026)," tulis akun tersebut.

Pantauan detikJogja pukul 14.55 WIB, spanduk tersebut masih terpasang di gerbang masuk kantor kalurahan. Spanduk dipasang dengan berbagai macam ukuran dan tulisan.

Di antaranya 'KORUPSI KERUK UANG PALSUKAN KWITANSI', 'MASYARAKAT DUKUNG LURAH BERSIHKAN PAMONG KORUP', 'AWAS AMDA MEMASUKI SARANG KORUPTOR', 'COPOT PAMONG KORUP', dan lain sebagainya.

Selain di gerbang depan, spanduk juga dipasang di seberang kantor kalurahan. Ada juga yang dipasang di simpang empat tak jauh dari kantor kalurahan.

Salah seorang warga Bangunkerto, Taufik, mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan spanduk-spanduk itu dipasang. Termasuk pihak yang memasang spanduk tersebut.

"Kalau dipasangnya kemungkinan tadi malam, cuma yang masang siapa kurang tahu. Kemungkinan ya warga Bangunkerto sini," kata Taufik saat ditemui wartawan, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, spanduk tersebut merupakan bentuk protes atas kasus dugaan korupsi. Sepengetahuannya, ada beberapa pamong kalurahan yang terindikasi.

"Ya itu kan bentuk protes, ya seperti yang ada di tulisan spanduk itu. Infonya ada beberapa pamong yang terindikasi. Infonya seperti itu," ucapnya.



(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads