Suara kuntilanak di dekat area pemakaman Jetis, Bantul membuat resah warga hingga pengguna jalan yang melintas. Polisi mengungkap, suara tersebut ternyata ulah iseng remaja yang melakukan prank.
Aksi polisi menelusuri suara itu viral di media sosial. Dalam video di media sosial, polisi menangkap basah dua orang berboncengan motor membawa pengeras suara dan menggunakannya untuk menakuti warga dengan suara kuntilanak.
"Menindak lanjuti laporan warga bahwa ada suara menyeramkan dan menakutkan warga di dekat area pemakaman,dengan doa dan tekad,walaupun sempat merinding jg,sy coba telusuri di jIn yg sepi dan ternyata hanya orang yg iseng bawa sound.mari kita jaga dan awasi anakΒ² kita," kata akun Instagram @gangsalwirajati seperti dilihat detikJogja hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhabinkamtibmas Terong, Aiptu Gangsal Wirajati mengatakan kejadian berawal saat dirinya mendapat laporan warga yang resah pada hari Sabtu (9/5/2026) malam. Dia yang melintas beberapa pengendara motor menghampiri Gangsal dan curhat soal suara menyeramkan itu.
"Saat saya jalan ada warga menghampiri saya, dan bilang kalau ada suara yang menyeramkan di situ (sekitar pemakaman)," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (11/5/2026).
Karena kebetulan sedang mengendarai motor dinas dan hendak bertugas, Gangsal langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Alhasil, Gangsal langsung menuju ke area pemakaman yang warga maksud.
"Saat saya lewat bunyi itu, suara kuntilanak. Lalu saya telusuri ketemu sumber suaranya, ternyata dari dua remaja yang duduk di atas motor di pinggir jalan," ujarnya.
Gangsal pun menghampiri kedua remaja laki-laki itu. Menurutnya, saat itu kedua remaja berusaha menghentikan suara kuntilanak yang berasal dari speaker yang terhubung dengan smartphone.
"Pas saya samperin itu mungkin bingung dia, dan dia mau matikan (suara kuntilanak) ternyata masih berbunyi juga," ucapnya.
Lebih lanjut, Gangsal lalu meminta untuk bertemu dengan orang tua kedua remaja tersebut. Tujuannya tidak lain untuk memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Untuk dua orang itu selanjutnya dibina, dan saya juga sudah bertemu dengan orang tuanya," katanya.
Terkait alasan kedua remaja itu membunyikan suara kuntilanak dari smartphone yang terhubung dengan speaker di area pemakaman, Gangsal menyebut karena keduanya ingin mengetes suara
"Ngakunya lagi mau check sound, tapi saya beri edukasi agar jangan menggunakan suara seperti itu dan di tempat seperti ini," ujarnya.
(afn/ahr)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara