Viral Tawuran Pelajar di Mandala Krida Jogja

Viral Tawuran Pelajar di Mandala Krida Jogja

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Selasa, 05 Mei 2026 12:44 WIB
Video tawuran antarpelajar di simpang Mandala Krida, Umbulharjo, Kota Jogja pagi tadi viral di media sosial.
Suasana simpang simpang Mandala Krida, Umbulharjo, Kota Jogja usai tawuran antarpelajar. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Video tawuran antarpelajar di simpang Mandala Krida, Umbulharjo, Kota Jogja pagi tadi viral di media sosial. Saksi mata menyebut tawuran terjadi antarpelajar dari dua sekolah berbeda.

Video tersebut viral usai diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam video tersebut terlihat beberapa pelajar mengenakan seragam putih abu-abu turun ke jalan melakukan aksi kejar-kejaran.

"[Breaking News]sekitar 10:19 wib terjadi tawuran pelajar di dekat Mandala Krida Yogyakarta siang ini," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJogja, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJogja di lokasi siang ini, situasi sudah mulai kondusif. Tampak beberapa polisi masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan. Sementara beberapa pelajar juga sudah meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

Penjual angkringan di sekitar lokasi, Yono, menyebut tawuran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat sekolah.

"Antarpelajar, tadi sekitar jam 10-an pas istirahat. Katanya sih dari sekolah lainnya, tapi nggak tahu pasti. Mereka datang rombongan dari arah selatan," kata Yono saat ditemui di lokasi.

Ia menuturkan, jumlah pelajar yang terlibat cukup banyak, diperkirakan lebih dari 20 sepeda motor. Beberapa di antaranya membawa benda seperti sabuk dan gear.

"Tadi ada sekitar 20 motor lebih. Ada yang bawa sabuk sama gear. Di sini memang sudah sering, bisa dibilang sudah biasa terjadi," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Yono menyebut, ada korban dari salah satu pihak yang mengalami luka hingga berdarah.

"Ada yang terluka dari sekolah lain, sampai berdarah tadi," ucapnya.

Sementara itu, Ps Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menyebut pihak polisi masih mendalami peristiwa ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan.

"Kami masih mengumpulkan data, mohon waktu," katanya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads