Pihak Dokter Ricard Lee buka suara soal pencabutan sertifikat mualafnya oleh Pengurus Mualaf Center Indonesia. Dia menyatakan menghargai segala keputusan yang diambil.
Dilansir detikHot, dalam Instagram miliknya, Richard Lee, menyatakan baginya keyakinan adalah masalah pribadi dengan Tuhan.
"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen," tulisnya dalam Instagram dilihat detikcom, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Richard Lee disebut tetap fokus menjalani apa yang menurutnya baik. Dia berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung Richard Lee.
"Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak. By Admin," jelasnya.
Sebelumnya, Pengurus Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto membenarkan telah mencabut sertifikat mualaf Rihcard. Hal itu disebut karena masalah administrasi dan bukan status keislamannya.
"Saya nggak mencabut status mualafnya. Nah, jadi terbalik nih, hati-hati. Jadi, saya mencabut sertifikatnya," kata Hanny dalam wawancara daring, Minggu (3/5/2026).
Hanny menjelaskan, pencabutan sertifikat tersebut dipicu oleh penggunaan dokumen itu dalam polemik hukum.
"Karena saya lihat waktu itu kan ramai tuh, ribut soal mualaf. Terus pengacaranya bilang, 'Ya kita ada bukti. Kita ada bukti Richard masuk Islam 5 Ramadan 2025 atau 5 Maret 2025.' Nah, berarti itu kan sertifikat yang akan digunakan," ujarnya.
