Penampakan Jalan RT yang Dibangun Pasangan Selingkuh di Gunungkidul

Penampakan Jalan RT yang Dibangun Pasangan Selingkuh di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 04 Mei 2026 15:45 WIB
Begini penampakan jalan RT yang dibangun dari sanksi sejoli kepergok selingkuh di Gunungkidul.
Suasana pembangunan jalan RT di Karangnongko, Ngloro, Saptosari, Gunungkidul. Foto: dok. Istimewa
Gunungkidul -

Pasangan yang kepergok selingkuh tengah melaksanakan sanksi berupa pembuatan jalan RT di Karangnongko, Ngloro, Saptosari, Gunungkidul. Saat ini pembangunan jalan tersebut masih berlangsung.

Berdasarkan foto yang diterima detikJogja dari warga Ngloro, tampak beberapa orang tengah sibuk membangun jalan RT. Selain itu, tampak pula jalan tersebut sedang dicor semen.

Plt Dukuh Karangnongko, Ngloro, Saptosari, Mukardi mengatakan pasangan tersebut telah menjalankan sanksi dari warga. Pengerjalan jalan yang dibangun dengan bahan-bahan dari hasil sanksi untuk sejoli itu sudah dimulai sejak kemarin, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dilaksanakan, baru dua hari ini pengerjaannya," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (4/5/2026).

Mukardi mengatakan semua itu berdasarkan hasil kesepakatan warga saat melakukan pertemuan dengan pasangan tersebut pada akhir bulan April 2026. Namun, saat pertemuan itu Mukardi mengaku hanya memastikan situasi pertemuan berlangsung kondusif.

ADVERTISEMENT

"Saya sebatas menjembatani agar tidak ada kerusuhan. Kita juga sudah menyarankan jika bisa sanksi jangan terlalu berat," ujarnya.

Oleh sebab itu, warga melakukan musyawarah dan muncul kesepakatan jika pasangan itu harus menyediakan material untuk membangun jalan RT. Menurutnya, semua itu untuk memberikan efek jera dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Adapun total material yang dibutuhkan dan harus disediakan oleh pasangan tersebut adalah 1 rit pasir dan 200 sak semen.

"Untuk masalah sanksi itu kesepakatan warga, dan itu intinya memberi efek jera agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," ujarnya.

Terkait anggapan aji mumpung, Mukardi menampiknya karena tujuan sanksi tersebut agar warga tidak berani melakukan hal serupa. Akan tetapi, Mukardi mengakui jalan di RT tempat tinggal pasangan tersebut memang rusak.

"Jalan di lingkungan itu rusak memang parah," ucapnya.




(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads