Air sumur milik warga Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul berbusa usai diduga tercemar limbah cair dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Adapun SPPG Trimurti mengaku akan bertanggungjawab dan membangunkan sumur bor untuk warga yang terdampak.
Salah satu warga, Agus Indriyanto (55) menjelaskan, kondisi itu dirasakannya sejak awal April. Saat itu dia menemukan air sumur dalam kondisi berbusa dan mengeluarkan bau tak sedap.
"Airnya saat itu berbusa dan baunya tidak sedap," katanya kepada wartawan di Srandakan, Bantul, Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi air yang berbusa itu berlangsung hingga saat ini. Karena menilai air itu tidak layak konsumsi, Agus memilih membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jadi ya untuk mandi saya ke rumah saudara yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah. Kalau untuk masak, minum saya beli air galon setiap hari," ujarnya.
Sedangkan untuk mencuci pakaian, Agus memilih mencuci di rumah tetangga. Namun, terkadang Agus memilih memasukkan pakaian kotor keluarganya ke penatu.
"Saya juga menguras sumur dengan biaya Rp 250 ribu, tapi setelah dikuras air sumur tetap tercemar," ucapnya.
Terkait penyebab pencemaran air sumur itu, Agus menduga berasal dari SPPG di samping rumahnya. Mengingat sebelum adanya SPPG itu air sumur miliknya tidak pernah tercemar.
"Kemungkinan dari SPPG itu, karena sudah 30 tahun tinggal di sini air sumurnya belum pernah bermasalah," katanya.
Agus juga mengaku telah menyampaikan keluhan itu kepada SPPG. Akan tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang konkret.
"Sejak pertengahan bulan April sudah bilang ke SPPG tapi belum ada tindak lanjut yang serius," ujarnya.
Respons Pihak SPPG
Sementara itu, Kepala SPPG Trimurti, M Fauzan menyebut telah bertemu dengan warga yang air sumurnya tercemar. Fauzan mengaku akan bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
"Pastinya kita tetap bertanggungjawab, dan sepakat untuk membangunkan sumur bor bagi warga yang sumurnya terdampak," ucapnya.
(aku/ahr)












































Komentar Terbanyak
BRIN Jelaskan Sebab Mobil Bisa Mogok di Tengah Rel Kereta Api
Pemda DIY Akan Evaluasi Perizinan Daycare Buntut Kasus Little Aresha
7 Fakta Ngeri Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Jogja