LavAni Bungkam Bhayangkara 3-1 di Final Leg Pertama Proliga 2026

LavAni Bungkam Bhayangkara 3-1 di Final Leg Pertama Proliga 2026

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 24 Apr 2026 22:12 WIB
Laga Grand Final Proliga 2026 antara Jakarta LavAni Livin Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Jumat (24/4).
Laga Grand Final Proliga 2026 antara Jakarta LavAni Livin' Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Jumat (24/4). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Jakarta LavAni Livin' Transmedia berhasil unggul di leg pertama Grand Final Proliga 2026 atas Jakarta Bhayangkara Presisi. LavAni menang dengan skor 3-1.

Laga antara LavAni vs Bhayangkara digelar di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Jumat (24/4) malam.

LavAni tampil meyakinkan di set pertama. Mereka selalu unggul poin atas Bhayangkara dan berhasil menutup set pertama dengan skor 25-22.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di set kedua, Bhayangkara berbalik lebih agresif. Mereka mengunci kemenangan dengan skor 25-22.

Adapun di set ketiga, LavAni tampil percaya diri, dan mengunci kemenangan 25-16. Ketangguhan Boy Arnez dkk berlanjut di set keempat dan berhasil menang dengan skor 25-18.

ADVERTISEMENT

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengungkapkan sejak awal laga, pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. LavAni sempat kehilangan momentum di set kedua akibat kesalahan beruntun, terutama dari sektor servis. Namun, tim mampu bangkit di set-set berikutnya dengan memperbaiki ritme permainan.

"Kesalahan kecil itu wajar, apalagi di pertandingan dengan tekanan tinggi. Tapi yang penting, pemain bisa mengatasi dan kembali fokus," ujar Erwin saat jumpa pers usai laga, Jumat (24/4).

Dengan kemenangan ini, kata Erwin, LavAni menunjukkan konsistensi performa dan kesiapan menghadapi tekanan. Evaluasi tetap dilakukan, terutama terkait stabilitas permainan dan kondisi fisik.

"Kami cukup puas, tapi tetap harus menjaga kondisi dan ritme. Karena di kompetisi seperti ini, siapa yang paling siap, dia yang akan jadi juara," jelasnya.

Pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran, menilai hilangnya fokus menjadi penyebab utama timnya gagal mempertahankan keunggulan.

"Set ketiga itu murni kesalahan kami sendiri. Fokus terganggu oleh situasi dengan wasit dan kondisi di lapangan. Itu yang harus kami benahi," ujar Reidel.

Reidel mengatakan, situasi semakin sulit setelah Bhayangkara menerima kartu kuning akibat protes terhadap keputusan wasit. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut bukan alasan utama kekalahan.

"Semua bisa lihat kejadiannya. Tapi itu bukan penyebab utama, lawan memang bermain lebih baik," tegasnya.



(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads