Partai Final Proliga 2026 sektor putra akan menyuguhkan duel klasik Jakarta LavAni Livin' Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi. Edisi kali ini merupakan kelima kalinya kedua tim bertemu di final.
Diketahui, LavAni dan Bhayangkara telah bergantian menjadi juara sejak 2022. LavAni berjaya pada edisi 2022 dan 2023, sebelum Bhayangkara membalas dengan gelar pada 2024 dan 2025.
Secara statistik musim ini, LavAni berada di atas angin. Mereka menyapu bersih empat pertemuan melawan Bhayangkara, termasuk dua laga di babak final four.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bhayangkara mulai menunjukkan grafik peningkatan, terutama saat tampil di final four di Jatidiri, Semarang. Walau kalah 1-3, performa mereka dinilai lebih solid dan menjanjikan.
Asisten pelatih LavAni, John Aback menyebut memastikan kesiapan penuh jelang Grand Final Proliga yang akan digelar di Yogyakarta. Ia, menegaskan timnya tak ingin terlena meski berstatus juara Final Four.
"Kita dari tim LavAni memang kemarin juara Final Four, tapi kita tidak jemawa. Kita terus melakukan evaluasi perbaikan untuk tim, baik itu kondisi kesehatan pemain maupun tim secara keseluruhan," ujar John saat ditemui usai jumpa pers di Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (20/4/2026).
John menyebut, kondisi skuad saat ini dalam keadaan prima dan siap tempur menghadapi partai puncak. Persiapan yang dilakukan tak hanya fokus pada fisik, tetapi juga evaluasi dari pengalaman musim sebelumnya.
"Kondisi tim dalam keadaan sehat bugar dan siap menghadapi Grand Final di Jogja. Ini belajar dari pengalaman dan evaluasi yang kemarin," katanya.
LavAni juga menyambut positif format Grand Final yang menggunakan sistem dua kemenangan. Menurut John, format tersebut memberi peluang lebih adil bagi tim untuk menunjukkan performa terbaik.
"Kita setuju dengan format yang dilakukan federasi dengan dua kali kemenangan. Mudah-mudahan ini jadi momentum yang baik untuk tim LavAni," ucapnya.
Belajar dari musim 2024 dan 2025, LavAni mengaku sempat kecolongan dalam momen krusial. Karena itu, evaluasi menyeluruh terus dilakukan demi hasil maksimal tahun ini.
"Belajar dari evaluasi tahun 2024 sama 2025 kami kecolongan, mudah-mudahan 2026 ini ada perubahan. Ini jadi hal baru dan semoga membawa keberkahan buat tim," lanjutnya.
Menghadapi lawan di final, yakni Bhayangkara Presisi, LavAni juga telah melakukan analisis kekuatan dan kelemahan lawan. Namun, untuk strategi teknis, Alback menyerahkannya kepada pelatih kepala.
"Kalau strategi sudah pasti ada, nanti pelatih lebih tahu, baik rotasi pemain maupun kondisi tim seperti apa. Kita juga evaluasi tim Bhayangkara, dipelajari kelebihan dan kelemahan mereka," jelasnya.
"Mudah-mudahan di Grand Final ini menjadi titik perbaikan untuk tim LavAni," pungkasnya.
(aku/alg)












































Komentar Terbanyak
Modus WNA Akali Izin Tinggal Diungkap: Ngaku Inves Rp 30 M, Saldo Rp 400 Ribu
Soal MBG Butuh 19 Ribu Ekor Sapi Per Hari, BGN: Hanya Pengandaian
Pemda DIY Akan Evaluasi Perizinan Daycare Buntut Kasus Little Aresha