Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengungkap ribuan orang di Iran tewas akibat perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Data terbaru yayasan tersebut mencatat lebih dari 3.400 orang tewas.
Dilansir AFP via detikNews, Minggu (19/4/2026), yayasan yang dikelola pemerintah Iran itu mengungkap data tersebut di tengah gencatan senjata. Kepala Yayasan, Ahmad Mousavi, dikutip oleh kantor berita ISNA mengatakan bahwa 3.468 "martir... gugur selama konflik baru-baru ini".
Data itu lebih tinggi dibanding data jumlah korban tewas dari Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran pada 12 April lalu yang mana jumlah korban mencapai 3.375 orang di Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Ditembaki Iran |
Sementara Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) menunjukkan jumlah yang lebih tinggi. Pemantau HAM yang berbasis di AS itu mengatakan pada 7 April bahwa setidaknya 3.636 orang tewas.
Dari jumlah tersebut, 1.701 di antaranya adalah warga sipil termasuk 254 anak-anak, serta 1.221 personel militer. Sedangkan 714 orang statusnya belum diklasifikasikan.
Karena adanya pembatasan pelaporan, AFP tidak dapat mengakses lokasi serangan maupun memverifikasi secara independen jumlah korban di Iran.

Komentar Terbanyak
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Disdag Jogja Buka Suara soal Curhat Difabel Dilarang Jual Asongan di Ngasem
Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol ke Final Usai Sikat Prancis 2-0