Aksi pencurian gamelan terjadi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak tujuh bilah demung raib digasak maling.
Dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM, Rudy Wiratama, menjelaskan aksi pencurian itu terjadi di ruang gamelan Gedung Margono lantai 4. Menurutnya, pencurian tersebut terjadi pada Selasa (14/4) dan baru diketahui sehari setelahnya.
"Hari Rabunya ada mahasiswa yang melaporkan bahwa gamelan di Margono ada yang hilang," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Jumat (17/4/226).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengklarifikasi ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan mahasiswa lain. Namun, tidak ada yang meminjam gamelan tersebut.
Baru setelah mengecek rekaman CCTV, diketahui gamelan berbahan perunggu tersebut dicuri.
"Itu yang diambil demung, hanya bilahnya saja yang diambil. Jadi rancakannya tidak diambil karena kan berat. Satu rancakan ada tujuh bilah," ucapnya.
Rudy melanjutkan aksi pencurian itu dilakukan dua kali dengan percobaan pertama gagal. Sementara pada percobaan kedua dilakukan pada pukul 3 sore saat suasana kampus sudah sepi. Selain itu, pencurian dilakukan pada masa ujian.
Berdasarkan rekaman CCTV terlihat pelaku berjumlah dua orang. Keduanya berboncengan dan berhenti di gerbang selatan fakultas. Baru setelah itu salah satu pelaku naik ke ruang gamelan dan memasukkan bilah demung ke dalam tas.
"Jadi pelakunya ini dua orang, berboncengan, turun dari pintu selatan. Kemudian naik dia, naik ke ruang gamelan. Yang pertama itu gagal karena di dalam ruang gamelan masih ada beberapa mahasiswa," ucapnya.
"Kemudian yang kedua itu sore jam tiga karena kampus kan sudah mulai sepi, mahasiswa juga banyak yang sudah pulang," lanjutnya.
Atas kejadian itu, kampus mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 12 juta.
"Kalau estimasi kerugian sendiri, kalau kita ukur dengan harga sekarang, itu minimal ya Rp 12,5 juta, kalau kita beli baru," ungkapnya.
Rudy mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV, pihak kampus tidak mengenal sosok pelaku. Namun demikian, setelah dicocokkan dengan kasus serupa di institusi lain, terdapat indikasi bahwa pelaku merupakan orang yang sama.
"Tapi ketika kita cocokkan dengan institusi lain yang juga kehilangan gamelan, baik itu ISI Yogyakarta maupun ISI Surakarta, itu ada indikasi orangnya itu sama," ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan apakah ada keterlibatan orang dalam di kasus ini, ia enggan berspekulasi. Rudy memilih menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus ini ke polisi.
"Kita belum bisa menjawab karena kan, kalau kita sendiri melihat pelakunya itu kita tidak kenal itu siapa. Ini sudah kita laporkan ke Polsek Bulaksumur," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Bulaksumur AKP Subilal membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kasus pencurian itu.
"Sudah dilaporkan. Itu sudah dalam penyelidikan kami," kata Subilal saat dihubungi wartawan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan petugas Reskrim melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengamankan rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelaku.
"Kita sudah ke TKP untuk minta keterangan saksi dan (mengambil rekaman) CCTV untuk langkah-langkah penyelidikan kami," pungkasnya.
