7 Korban Kecelakaan Helikopter di Sekadau Ditemukan Tewas

Regional

7 Korban Kecelakaan Helikopter di Sekadau Ditemukan Tewas

Ocsya Ade CP - detikJogja
Kamis, 16 Apr 2026 23:26 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan para korban jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau.
Evakuasi Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX. Foto: Istimewa.
Jogja -

Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4). Tujuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dikutip dari detikKalimantan, operasi pencarian para korban melibatkan unsur TNI dari Kodim dan Yon TP 833 Bumi Daranante, Polres Sekadau, Basarnas, BPBD, KPH, Damkar, hingga masyarakat setempat.

Komandan Kodim 1204/Sanggau, Letkol Nurrachman Gindha Dradhizya, menyampaikan tim telah mengevakuasi sebagian korban dari lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Empat jenazah sudah berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantong mayat. Sementara tiga jenazah lainnya masih berada di dalam badan helikopter," ungkapnya, Kamis (16/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Namun, lanjut Nurrachman, proses evakuasi tidak bisa dilanjutkan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Untuk itu tim memutuskan untuk menghentikan sementara operasi dan akan melanjutkan pada Jumat pagi.

"Kita lanjutkan besok pagi, termasuk upaya memotong puing helikopter untuk mengeluarkan jenazah yang masih berada di dalam," tuturnya.

Sementara, Kabag Ops Polres Sekadau, Sugianto, mengungkapkan tim sebenarnya telah mencapai titik lokasi jatuhnya helikopter. Hanya saja untuk evakuasi terpaksa ditunda demi keselamatan personel.

"Kami sudah berada di TKP, tetapi kondisi sangat gelap dan medan terjal sehingga tidak memungkinkan dilakukan evakuasi malam ini," kata Sugianto.

Ia mengatakan, posisi tim berada di lereng curam dengan ketinggian sekitar 50 meter dari titik jatuhnya helikopter, sehingga berisiko tinggi jika evakuasi dipaksakan.

Operasi akan dilanjutkan dengan skala lebih besar pada pagi hari, sambil menunggu tambahan peralatan yang sedang dalam perjalanan ke lokasi.

Sebelumnya, tim dari Yonko 466 Kopasgat juga telah menyiapkan perlengkapan khusus seperti rappelling dan hoisting untuk mendukung evakuasi di medan ekstrem.

Berdasarkan data manifes, helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni Capt. Marindra W (pilot) dan Harun Arasyid (EOB), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Hingga saat ini, satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Pihak berwenang menyatakan data identitas korban masih menunggu konfirmasi resmi. Fokus utama tim saat ini adalah mengevakuasi seluruh korban dan mengamankan lokasi kejadian.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads