11 Tips Pindah Rumah Menurut Fengsui, Ciptakan Energi Baik bagi Penghuninya

11 Tips Pindah Rumah Menurut Fengsui, Ciptakan Energi Baik bagi Penghuninya

Arum Sekar Pertiwi - detikJogja
Kamis, 09 Apr 2026 12:08 WIB
llustrasi Pindah Rumah
Ilustrasi Pindah Rumah (Foto: Hive Boxx/Unsplash)
Jogja -

Bagi masyarakat Tionghoa, fengsui merupakan panduan penting dalam tata ruang, termasuk pada rumah. Dengan ilmu fengsui, seseorang bisa menentukan arah hadap, posisi, hingga penggunaan barang di rumah agar bisa memaksimalkan energi baik pada rumah. Hal ini pun turut diterapkan saat seseorang pindah ke rumah baru.

Dikutip dari laman International Feng Shui Association, fengsui telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti Han. Penggunaan fengsui didasari oleh energi yang dihasilkan dari tanah dan alam. Energi ini diyakini dapat mempengaruhi rumah dan penguninya. Dalam konteks pindah rumah, maka fengsui digunakan untuk menciptakan awal, tempat, dan energi yang baik bagi penghuninya.

Berdasarkan buku Fengshuipedia oleh Suhana Lim, prosedur pindah rumah menurut fengsui berakar dari tradisi Tionghoa. Namun, prosedur yang diterapkan dalam fengsui masa kini lebih sederhana seiring perkembangan zaman dan alasan kepraktisan. Misalnya, ritual pindah rumah dalam tradisi Tionghoa dilakukan dengan menyalakan anglo pada hari pindah rumah. Namun, kini banyak yang mengganti ritual ini dengan menyalakan pelita atau lampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lebih memahami tata cara pindah rumah menurut fengsui, simak 11 tips pindah rumah menurut fengsui yang dirangkum dari buku Fengshuipedia oleh Suhana Lim, laman Anjie Cho, laman International Feng Shui Association, laman Fengshui Master Singapore, dan laman The Spruce berikut ini. Baca sampai tuntas, ya, detikers!

ADVERTISEMENT

11 Tips Pindah Rumah Menurut Fengsui

1. Pahami Aturan Fengsui dan Cocokkan dengan Preferensi Pribadi

Sebelum memilih rumah yang akan ditempati, calon penghuni perlu memahami aturan fengsui terlebih dahulu, seperti bentuk tanah, arah rumah, letak air, dan sebagainya. Setelah menemukan beberapa opsi yang baik menurut fengsui, cocokkan opsi tersebut dengan preferensi pribadi untuk mendapatkan hunian yang pas. Hal ini akan lebih mudah dilakukan ketimbang harus merenovasi rumah setelah pindah agar sesuai fengsui.

2. Pindah Sesuai Waktu yang Sudah Dipilih

Sebelum pindah rumah, sebaiknya tentukan waktu yang baik untuk pindah rumah. Pemilihan ini dilakukan sesuai analisis kelahiran semua anggota keluarga yang akan menghuni rumah, tetapi fokusnya lebih ditekankan ke kepala keluarga (suami dan istri). Setelah itu, lakukan pindah rumah sesuai waktu yang telah ditentukan.

3. Bersihkan Tempat Sebelum Dihuni

Hal terpenting yang perlu dilakukan sebelum menghuni suatu rumah dan menempatkan furnitur adalah membersihkan rumah. Setiap ruangan menyimpan energi dari pemilik sebelumnya yang bisa jadi merupakan energi negatif.

Pembersihan yang dimaksud bukan sekadar menyapu atau mengepel ruangan, tetapi juga membersihkan udara dan energi keseluruhan ruangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyemprotkan cairan pewangi dari jeruk atau kulit jeruk ke penjuru ruangan. Selain wangi, jeruk juga melambangkan energi yang hidup dan penuh semangat. Jeruk pun bisa memberikan energi positif yang segar dan membahagiakan bagi pemilik rumah.

4. Pahami Aturan Tata Letak Ruang

Sebelum hari kepindahan, calon penghuni diperbolehkan untuk memindahkan barang atau furnitur terlebih dahulu. Furnitur dan barang seperti kasur, meja, dan kompor memiliki aturan tersendiri dalam peletakannya yang mencakup posisi hingga arah hadap barang.

Aturan ini misalnya diterapkan dalam penempatan kasur di kamar tidur. Menurut fengsui, kasur sebaiknya tidak ditempatkan langsung menghadap ke pintu, tetapi pintu sebaiknya dapat terlihat dengan mudah saat penghuninya berbaring di kasur. Jika sulit diubah, maka penghuni bisa mengakalinya dengan menempatkan cermin agar pintu bisa terlihat dengan mudah dari kasur.

Tentunya masih banyak aturan lain terkait tata letak ruang menurut fengsui sesuai penggunaan ruang dan barang yang akan ditempatkan. Oleh karena itu, pahami dulu aturan fengsui terkait interior ruangan agar furnitur dan barang berada di lokasi dan arah yang menguntungkan.

5. Cek Bagua Ruangan

Bagua merupakan peta energi yang digunakan untuk menentukan energi dari tiap ruangan. Terdapat 9 macam energi dalam bagua, mulai dari kemakmuran, kesehatan, hingga karier.

Sebelum menempati suatu rumah, detikers bisa mengecek bagua terlebih dahulu untuk menentukan energi di tiap bagian rumah. Selanjutnya, detikers bisa menempatkan dekorasi atau barang tertentu untuk memaksimalkan energi di tiap bagian rumah.

6. Hindari Memakai Kompor dan Ranjang Sebelum Pindahan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penghuni rumah boleh memindahkan semua perabot dan barang sebelum hari kepindahan resmi. Namun, kompor dan kasur perlu dihindari pemakaiannya sebelum penghuni pindah ke rumah baru secara resmi.

7. Berdoa Sebelum Masuk Rumah Baru

Pada hari kepindahan, panjatkan doa sesuai kepercayaan masing-masing sebelum memasuki rumah. Hal ini bertujuan agar rumah baru selalu diberkati dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Selanjutnya, kepala keluarga bisa membuka pintu dan masuk terlebih dahulu, lalu diikuti anggota keluarga lainnya.

8. Menyalakan Lampu serta Membuka Jendela dan Pintu

Setelah penghuni masuk rumah baru, nyalakan semua lampu serta buka semua jendela dan pintu rumah. Lampu merupakan elemen api yang diyakini dapat menangkal energi negatif di dalam rumah.

9. Memasak Air dan Nasi

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh penghuni baru adalah memasak air dan nasi untuk disantap sekeluarga bersama-sama. Air dan nasi tersebut tidak harus dimasak dalam jumlah banyak karena hanya bersifat simbolis.

Merebus air dan memasak nasi dengan kompor baru merupakan salah satu tradisi penting dalam tradisi Tionghoa saat pindahan. Merebus air sendiri melambangkan perpindahan, sedangkan memasak nasi menjadi pelengkapnya. Tradisi ini menjadi simbol bahwa rumah sang penghuni berkembang.

10. Tidur di Rumah Baru pada Hari Pertama Pindahan

Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, penghuni rumah yang memiliki aktivitas lain boleh pergi meninggalkan rumah. Namun, semua penghuni tetap harus tidur di rumah baru pada malam hari.

11. Observasi dan Monitoring Rumah Secara Berkala

Setelah pindah rumah, observasi dan monitoring rumah secara berkala untuk memastikan stabilitas formasi fengsui pada rumah. Terkadang, terdapat masalah-masalah yang muncul setelah pindahan, seperti kerusakan atau masalah eksternal, yang dapat berpengaruh terhadap fengsui rumah. Oleh karena itu, amati perubahan yang terjadi pada rumah baru dan segera selesaikan masalah yang muncul.

Nah, itu dia 11 tips pindah rumah menurut fengsui agar membawa energi baik bagi penghuninya. Semoga membantu!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads