Dubes Inggris-GKR Mangkubumi Kunjungi Stasiun Tugu Jogja

Dubes Inggris-GKR Mangkubumi Kunjungi Stasiun Tugu Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 08 Apr 2026 14:54 WIB
Dubes Inggris Dominic Jermey didampingi GKR Mangkubumi saat mengunjungi Stasiun Tugu Jogja, Rabu (8/4/2026).
Dubes Inggris Dominic Jermey didampingi GKR Mangkubumi saat mengunjungi Stasiun Tugu Jogja, Rabu (8/4/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke Stasiun Yogyakarta atau stasiun Tugu Jogja, hari ini. Ia didampingi Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi.

Selain Gusti Mangkubumi, dalam kunjungannya ini Jermey juga didampingi jajaran OPD Pemda DIY. Jermey juga sempat meninjau infrastruktur yang ada di Stasiun Tugu.

"Di sini (tujuan kunjungan) adalah, nomor satu mempererat hubungan antara Inggris dan Jogja, dan nomor dua ada beberapa proyek Inggris di Jogja seperti Transit-Oriented Development," jelas Jermey di stasiun Tugu, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek yang dimaksud Jermey adalah kemitraan infrastruktur yang telah dibangun antara Inggris-Indonesia, salah satunya di Jogja. Dalam kemitraan ini, Inggris mendukung transisi menuju sistem mobilitas perkotaan yang rendah karbon dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT

"Dukungan ini mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development dan Land Value Capture, serta bantuan teknis yang diperlukan untuk meletakkan dasar perencanaan emobility yang inklusif," ujar Jermey.

Sementara Gusti Mangkubumi menambahkan perbincangan antara Jermey, Pemda DIY, serta KAI dalam kesempatan ini, terfokus pada penataan kawasan utamanya untuk transportasi.

"Kemudian juga studi bersama tentang kawasan-kawasan heritage lah agar kawasan heritage itu tidak rusak, tidak hilang. Nah kita juga menjaga tidak hanya dari transportasi tapi juga lingkungannya, budaya, seperti itu," papar Gusti Mangkubumi.

Kawasan heritage dalam hal ini stasiun Tugu Jogja, kata Gusti Mangkubumi, menjadi perhatian dari Dubes Inggris lantaran aktivitasnya yang cukup sibuk.

"Baru ngobrol-ngobrol awal, karena mereka sangat concern dengan perkembangan kereta api. Karena di Jogja itu nomor 3 (stasiun terpadat). Nah kita ingin sama-sama lah, karena passanger-nya banyak sekali, tapi stasiun masih cukup kecil, masih penuh padat," pungkasnya.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads