Trump Tunda Serangan, Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Internasional

Trump Tunda Serangan, Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Wilda Hayatun Nufus - detikJogja
Rabu, 08 Apr 2026 09:14 WIB
Ilustrasi selat hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler
Jogja -

Iran menyatakan akan membuka lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz selama dua pekan usai Presiden AS Donald Trump menunda serangan. Sinyal genjatan senjata Iran dengan Amerika Serikat (AS) menguat.

Dilansir detikNews, Iran menyatakan akan melakukan pembicaraan dengan AS sebagai upaya mengakhiri perang. Pertemuan akan dilakukan di Pakistan.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negosiasi rencananya dilakukan di Islamabad mulai Jumat pekan ini. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran mengonfirmasi negosiasi itu dan menyebut negosiasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua minggu dengan peluang diperpanjang.

ADVERTISEMENT

"Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak," tuturnya.

Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu

Presiden AS Donald Trump sebelumnya setuju untuk menangguhkan serangan ke Iran. Penundaan serangan ini juga berlangsung dua pekan.

Trump menyatakan dalam media sosialnya penundaan serangan itu dilakukan usai ada permintaan dari Pakistan. Trump syarat penundaan serangan itu adalah pembukaan penuh Selat Hormuz.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

Menurutnya, kesepakatan antara AS dan Iran bakal tercapai. Ia juga berbicara mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran.

"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads