Sejarah Jumat Agung Lengkap Pengertian dan Maknanya bagi Umat Kristiani

Sejarah Jumat Agung Lengkap Pengertian dan Maknanya bagi Umat Kristiani

Sri Wahyuni Oktafia - detikJogja
Jumat, 03 Apr 2026 10:48 WIB
Ilustrasi Jumat Agung. Sejarah Jumat Agung dan maknanya.
Ilustrasi Jumat Agung (Foto: Freepik/Freepik)
Jogja -

Jumat Agung termasuk rangkaian dari hari suci Paskah yang diperingati pada hari Jumat dalam minggu Paskah. Jumat agung diperingati oleh umat Kristen sebagai upaya untuk mengenang pengorbanan dan kasih sayang Yesus Kristus yang disalib di bukit Golgota.

Meski begitu, tidak jarang ada yang bertanya-tanya mengenai apa itu Jumat Agung? Mengapa hari tersebut penting bagi umat Kristen? Padahal, Jumat Agung adalah peristiwa penting yang sarat akan makna bagi umat Kristiani. Oleh sebab itu, perlu untuk diketahui sejarah dari peristiwa penyaliban Yesus Kristus ini. Hal ini tentunya akan memperkuat iman dan keyakinan umat Kristen mengenai ajaran-Nya.

Selain pengertian, sejarah Jumat Agung juga masih sering dibingungkan banyak orang. Untuk menjawab tanda tanya itu, di bawah ini detikJogja sudah bahas secara lengkap sejarah Jumat Agung dan serba-serbinya. Baca sampai tuntas, ya, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Jumat Agung?

Sebelum menyimak sejarahnya, detikers mesti paham dahulu apa itu Jumat Agung.

ADVERTISEMENT

Jumat Agung adalah hari yang diperingati oleh umat Kristiani untuk mengenang peristiwa penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus. Menurut artikel 'Mengklarifikasi Istilah Jumat Agung Menurut Kajian Tipologi Berdasarkan Keluaran 12:1-42' karya Yohanis Banamtuan, Jumat Agung menandakan adanya peristiwa besar yang membawa kebaikan, yakni keselamatan bagi umat manusia. Hal ini karena Yesus Kristus diyakini wafat untuk menanggung dosa manusia.

Peristiwa wafatnya Yesus kemudian mencapai puncaknya pada Hari Paskah, ketika Ia bangkit dari kematian. Kebangkitan ini menjadi simbol kemenangan atas maut sekaligus penegasan atas pengampunan dosa bagi umat manusia.

Sejarah Jumat Agung

1. Peristiwa Penyaliban Yesus Kristus

Dikutip dari buku Firman Hidup 69 tulisan Elson Lingga dan Renungan Harian oleh Tim Penulis RH, peristiwa Jumat Agung berawal dari kehidupan Yesus Kristus yang dikenal sebagai pengajar dan pemimpin yang kharismatik. Dalam pelayanannya, Ia banyak melakukan mukjizat, seperti menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang lapar, serta mengajarkan kasih kepada sesama. Ia juga kerap mengkritik praktik keagamaan yang dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran yang benar.

Seiring berjalannya waktu, ajaran dan tindakan Yesus mulai menarik perhatian banyak orang. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemuka agama Yahudi. Mereka merasa ajaran Yesus dapat mengancam kedudukan dan pengaruh yang telah mereka miliki. Kekhawatiran tersebut kemudian berkembang menjadi penolakan dan rencana untuk menghentikan Yesus.

Keputusan untuk menyingkirkan Yesus semakin kuat setelah Mahkamah Agama yang dipimpin oleh Imam Besar Kayafas menyatakan bahwa lebih baik satu orang mati demi keselamatan bangsa (Yoh. 11:50). Sejak saat itu, para pemuka agama mulai mencari cara untuk menangkap dan mengadili Yesus.

Kesempatan itu datang ketika Yudas Iskariot, salah satu murid Yesus, bersedia mengkhianati-Nya. Yesus kemudian ditangkap dan dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Dalam proses tersebut, dihadirkan saksi-saksi yang memberatkan Yesus hingga Ia dinyatakan bersalah.

Karena Mahkamah Agama tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan hukuman mati, Yesus kemudian dibawa ke hadapan Pontius Pilatus, gubernur Romawi. Meskipun Pilatus tidak menemukan kesalahan yang layak dihukum mati, tekanan dari para pemuka agama dan desakan massa yang terus berteriak "Salibkan Dia!" membuat Pilatus akhirnya menyerahkan Yesus untuk dihukum.

Yesus kemudian disiksa dan disalibkan di bukit Golgota. Peristiwa penyaliban inilah yang diperingati oleh umat Kristiani sebagai Jumat Agung. Dalam keyakinan mereka, kematian Yesus di kayu salib bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk pengorbanan untuk menebus dosa umat manusia.

2. Peringatan Jumat Agung

Setelah peristiwa penyaliban Yesus Kristus terjadi, umat Kristiani mulai mengenangnya sebagai momen penting dalam sejarah. Peringatan ini kemudian berkembang menjadi tradisi yang dikenal sebagai Jumat Agung, yaitu hari untuk mengenang sengsara dan wafatnya Yesus di kayu salib.

Disadur dari buku Benarkah Yesus Telah Mati? Karya Calvyn Taunaumang, seorang teolog bernama Heiko A Oberman menjelaskan bahwa sebutan "Agung" mengandung makna mendalam tentang misteri penderitaan dan kematian Yesus yang membawa keselamatan bagi umat manusia.

Memasuki abad ke-4, Gereja mulai menetapkan Jumat Agung sebagai hari peringatan khusus penyaliban Yesus. Peringatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Suci, yang berpuncak pada Hari Paskah untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Makna Jumat Agung bagi Umat Kristiani

Jumat Agung bukan hanya peringatan tahunan semata, di baliknya terdapat nilai-nilai yang perlu diingat dan diresapi oleh umat Kristen. Dirangkum dari artikel 'Representasi Iman dan Budaya dalam Jalan Salib dan Jumat Agung di GKPA Sibadoar' karya Ester Sinaga, dkk, berikut 4 makna Jumat Agung untuk umat Kristiani.

1. Mengingat Pengorbanan Yesus Kristus

Jumat Agung menjadi momen penting bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib. Peristiwa ini diyakini sebagai bentuk kasih yang besar, di mana Yesus rela menanggung penderitaan demi menebus dosa umat manusia.

Pengorbanan tersebut tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai dasar iman Kristen. Melalui kematian-Nya, umat Kristiani percaya bahwa manusia memperoleh keselamatan dan kesempatan untuk hidup dalam kasih karunia Allah.

2. Waktu Refleksi Mendalam tentang Penderitaan, Pengorbanan, dan Kasih

Jumat Agung juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Umat Kristiani diajak merenungkan makna penderitaan yang dialami Yesus serta nilai pengorbanan yang Ia tunjukkan. Melalui refleksi ini, umat diharapkan dapat memahami arti kasih yang tulus dan tanpa syarat. Nilai tersebut kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

3. Pengingat untuk Hidup Sesuai Firman Allah

Peringatan Jumat Agung mengingatkan umat Kristiani untuk terus berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Tuhan. Nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, dan kerendahan hati menjadi pedoman utama dalam bersikap. Dengan meneladani kehidupan Yesus, umat diharapkan mampu menjadi saksi kasih Allah di tengah lingkungan sekitar. Hal ini tercermin melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, menjaga kedamaian, dan menjunjung tinggi nilai kebaikan.

4. Mengenang Sejarah Penting umat Kristen

Jumat Agung merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Kekristenan. Melalui peringatan ini, umat Kristiani diajak untuk tidak melupakan akar sejarah iman mereka. Jumat Agung menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa dalam iman memiliki makna yang mendalam dan terus relevan sepanjang waktu.

Demikianlah pemaparan mengenai sejarah dan makna Jumat Agung bagi umat Kristen. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads