Trump: Presiden Iran Minta Gencatan Senjata!

Internasional

Trump: Presiden Iran Minta Gencatan Senjata!

Wilda Hayatun Nufus - detikJogja
Rabu, 01 Apr 2026 22:35 WIB
Trump klaim Presiden Iran Masoud Pezeshkian minta gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta gencatan senjata. Trump sesumbar pihaknya akan mempertimbangkan bila Selat Hormuz dibuka kembali.

Klaim itu Trump tuliskan dalam platform Truth Social miliknya, dilansir AFP via detikNews Rabu (1/4/2026). Dalam pernyataan Trump, Pezeshkian baru saja meminta gencatan senjata.

"Presiden Iran baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!" tulis Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden 79 tahun itu melanjutkan, dia akan memikirkan tawaran itu. Asalkan, Selat Hormuz kembali terbuka dan bebas.

ADVERTISEMENT

"Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kami akan membombardir Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!," tulis Trump.

Sebelumnya, Masoud Pezeshkian menyatakan setiap keputusan untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel, yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026, harus "menjamin keamanan dan kepentingan rakyat Iran."

"Perlawanan yang ditunjukkan oleh tentara, bersama dengan persatuan nasional yang ditunjukkan oleh rakyat Iran selama perang, adalah salah satu faktor terpenting yang membantu negara mengatasi keadaan kritis saat ini," kata Pezeshkian dalam rapat kabinet, seperti yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA, dilansir Anadolu Agency, Selasa (31/3).

Ia juga menggarisbawahi pentingnya "demonstrasi pro-pemerintah" di berbagai kota dalam memperkuat posisi Iran.

"Pertemuan rakyat di malam hari memiliki nilai yang besar... Iran menginspirasi para pejuang kemerdekaan," katanya.

Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads