Sekelompok pemotor viral di media sosial karena bentrok di Banteran, Donoharjo, Ngaglik Sleman. Polisi kini mengusut kasus tersebut.
Narasi soal kekerasan jalanan atau dikenal klitih di Jogja itu ramai dibahas di akun Instagram @merapi_uncover. Dalam postingan itu disebutkan jika terjadi sejumlah pemotor bikin onar di Dusun Banteran.
"Pada sekitar pukul 00.30 WIB, sekelompok pemuda terlihat bergerak dari arah Rejodani, Palagan, yang diduga diikuti oleh pengendara motor Yamaha NMAX hitam dan Honda Scoopy merah. Dalam perjalanan, terjadi aksi saling pepet antar kendaraan yang kemudian berujung pada kejar-kejaran menuju Jalan Noto Sukarjo hingga memasuki wilayah Dusun Banteran Donoharjo Ngaglik Sleman. Sesampainya di area dusun, beberapa pengendara motor masuk ke dalam lingkungan permukiman warga, sementara lainnya melakukan pengejarar hingga di pertigaan dusun Bakalan," demikian unggahan akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di lokasi tersebut terjadi aksi baku hantam antara pelaku dan korban. Salah satu klitih menggunakan gesper yang diberi gembok dan menyabetkannya ke arah korban. Selain itu, terjadi juga pemukulan menggunakan helm oleh pelaku terhadap korban. Akibat keiadian tersebut, salah satu korban mengalami luka pada bagian kaki. Setelah insiden tersebut, warga Dusun Banteran melakukan upaya pengejaran terhadap para pelaku namun pelaku terlanjur kabur ke arah palagan. Kepada masyarakat, diharapkan untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan mengingat maraknya aksi kejahatan jalanan (klitih) terutama pada malam hingga dini hari," sambungnya.
Kapolsek Ngaglik, Kompol G. Luki Dariyawan, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Bahkan, polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan saksi-saksi.
"Dari saksi-saksi membenarkan adanya beberapa orang mengendarai motor kejar-kejaran dengan berteriak-teriak di permukiman warga," katanya saat dihubungi wartawan, hari ini.
Berdasarkan informasi yang diberikan para saksi, Luki menuturkan pemotor itu terlibat bentrok dengan pemotor lain. Di mana bentrokan itu menggunakan gesper modifikasi.
"Lalu ada satu orang pengendara motor terkena sabetan gesper di bagian kaki sebelah kiri," ujarnya.
Mengetahui hal tersebut, warga mencoba melerai dan mengamankan para pelaku keributan tersebut. Namun, para pelaku melarikan diri dengan mengendarai motor.
"Demikian juga orang yang terkena sabetan gesper melarikan diri sehingga tidak diketahui identitasnya. Jadi para pelaku keributan belum ada yang diamankan," ucapnya.
Luki menambahkan sampai saat ini belum ada warga yang melaporkan sebagai korban ke Polsek Ngaglik. Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap kejadian tersebut.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal