Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan soal kemenangan dalam perang melawan Iran. Lagi-lagi Trump mengatakan perang akan segera berakhir.
Dilansir detikNews, Trump menyebut sedang ada negosiasi dengan Teheran soal akhir perang. Trump menyebut ada kemungkinan menyerang infrastruktur energi Iran jika negosiasi gagal.
"Saya pikir kita akan mengakhirinya. Saya tidak bisa memberitahu Anda dengan pasti," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir detikNews yang mengutip CNN dan The Hill, Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tahu, saya tidak suka mengatakan ini -- kita telah memenangkan ini, karena perang ini telah dimenangkan," tegas Trump merujuk pada perang melawan Iran, saat berpidato setelah pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, pada Selasa (24/3) waktu setempat.
Trump menyebut narasi berlanjutnya perang berasal dari pemberitaan di media sosial. Dia turut mengecam pemberitaan-pemberitaan semacam itu yang disebutnya fake news.
"Satu-satunya yang ingin terus memperpanjangnya adalah fake news," sebutnya, mengecam pemberitaan media soal situasi perang melawan Iran yang semakin memburuk.
Diketahui, Trump telah berulang kali mengklaim kemenangan atas Iran. Namun pada momen lainnya, Presiden AS itu mengatakan bahwa rentetan serangan baru dapat dilancarkan terhadap Iran.
Pada Selasa (24/3), Trump membeberkan pencapaian AS dalam perang melawan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari. Dia mengaku telah melakukan pergantian rezim usai pembunuhan terhadap petinggi militer dan pemerintahan Iran.
"Kita tidak memenangkan perang di mana mereka tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara, dan mereka tidak memiliki apa pun, dan kita benar-benar memiliki pesawat-pesawat yang terbang di atas Teheran dan bagian lain dari negara mereka," klaimnya.
"Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya, jika saya ingin menghancurkan pembangkit listrik itu, pembangkit listrik yang sangat besar dan kuat itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Trump dalam pernyataannya.
Tidak hanya itu, Trump menyebut pembunuhan para pemimpin Iran dan pergantian kepemimpinan negara tersebut selama perang sebagai "perubahan rezim".
"Ini benar-benar perubahan rezim karena para pemimpinnya sangat berbeda dari yang kita lihat di awal," ujarnya.
Sebelumnya lagi, pada 9 Maret lalu, Trump mengatakan bahwa perang yang saat itu telah berlangsung selama 10 hari "sangat tuntas, hampir sepenuhnya".
Namun beberapa jam kemudian, Trump memberikan isyarat bahwa masih ada yang harus dilakukan: "Kita telah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup memenangkannya."

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Daftar Wilayah di DIY yang Alami Krisis Air Bersih