7 Amalan Malam Idul Fitri 2026 Sesuai Sunnah, dari Takbiran hingga Berdoa

7 Amalan Malam Idul Fitri 2026 Sesuai Sunnah, dari Takbiran hingga Berdoa

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Kamis, 19 Mar 2026 17:00 WIB
Seorang pria muslim sujud di atas sajadah. Ilustrasi sholat Tahajud.
Ilustrasi Amalan Malam Idul Fitri (Foto: Michael Burrows/Pexels)
Jogja -

Malam Idul Fitri atau yang dikenal sebagai malam takbiran bukan sekadar malam perayaan, tetapi merupakan salah satu waktu yang penuh kemuliaan dalam Islam. Setelah sebulan penuh ditempa dalam ibadah Ramadan, seorang Muslim memasuki fase penutup yang justru sangat menentukan kualitas spiritualnya.

Dalam berbagai penjelasan ulama yang dirangkum oleh NU Online dan juga pandangan yang sejalan dengan keterangan MUI, malam Idul Fitri dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah. Bahkan Imam Nawawi dalam al-Majmu' menegaskan bahwa menghidupkan malam hari raya termasuk amalan yang utama, karena menjadi momen refleksi sekaligus bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Lebih dari itu, malam ini juga disebut sebagai malam penuh optimisme. Seorang hamba yang telah berjuang melawan hawa nafsu selama Ramadan diharapkan tidak langsung kembali lalai, tetapi tetap menjaga kedekatan dengan Allah SWT melalui amalan-amalan sunnah yang dianjurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, Muhammadiyah menggelar sholat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 alias besok pagi. Dengan demikian, terhitung sejak adzan Maghrib pada Kamis, 19 Maret 2026 berkumandang, malam Idul Fitri dimulai. Apa saja amalan yang dapat dikerjakan? Cek selengkapnya melalui uraian di bawah ini, yuk!

Amalan Sunnah Malam Idul Fitri 2026

Berikut adalah beberapa amalan sunnah pada malam Idul Fitri yang dirangkum dari laman NU Online, Majelis Ulama Indonesia, dan buku Penuntun Praktis Shalat Sudah Benarkah Shalat Kita karya Ustadz Agus Arifin.

ADVERTISEMENT

1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Amalan paling utama di malam Idul Fitri adalah menghidupkannya dengan berbagai ibadah. Ini bisa berupa sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, zikir, istighfar, hingga tafakur.

Para ulama menjelaskan bahwa menghidupkan malam Id tidak harus sepanjang malam penuh. Bahkan jika seseorang melaksanakan sholat Isya dan Subuh berjamaah, itu sudah termasuk bagian dari menghidupkan malam tersebut. Namun, semakin banyak waktu yang digunakan untuk ibadah, semakin besar pula keutamaannya.

Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam Id dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati ketika banyak hati manusia menjadi lalai. Meskipun sebagian ulama menilai sanad hadits ini lemah, maknanya tetap diperkuat oleh banyak riwayat lain tentang keutamaan menghidupkan malam-malam mulia.

2. Memperbanyak Takbiran sebagai Syiar Utama

Takbiran adalah amalan paling menonjol di malam Idul Fitri. Takbir bukan hanya lantunan kalimat, tetapi simbol pengagungan kepada Allah SWT atas selesainya Ramadan.

Takbir mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari di akhir Ramadan hingga menjelang sholat Id. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyaknya, baik secara individu maupun berjamaah di masjid atau rumah.

Lafal takbir yang umum dibaca:

اللهُ Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω اللهُ Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω اللهُ Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω Ω„ΩŽΨ§ Ψ₯Ω„Ω°Ω‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ اللهُ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω„Ω‡Ω Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±ΩΨŒ اللهُ Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω ΩˆΩŽΩ„ΩΩ„Ω‘Ω°Ω‡Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω

Arab Latin: Allāhu akbar Allāhu akbar Allāhu akbar, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-αΈ₯amd.

Takbir ini menjadi bentuk syukur sekaligus pengingat bahwa segala keberhasilan dalam Ramadan semata-mata karena pertolongan Allah SWT.

3. Memperbanyak Zikir, Tasbih, dan Istighfar

Selain takbir, malam Id juga dianjurkan untuk dipenuhi dengan zikir lainnya seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), dan istighfar.

Zikir berfungsi menjaga hati agar tetap hidup dan tidak kembali keras setelah Ramadan. Justru di malam terakhir ini, seorang Muslim dianjurkan untuk semakin banyak mengingat Allah SWT sebagai penutup dari seluruh rangkaian ibadah yang telah dilakukan.

Dengan memperbanyak zikir, diharapkan hati menjadi lebih bersih dan siap menyambut hari kemenangan dengan penuh keikhlasan.

4. Memperbanyak Doa dan Munajat

Malam Idul Fitri juga termasuk waktu yang baik untuk berdoa. Para ulama menyebutkan bahwa malam hari raya memiliki keutamaan sebagai waktu mustajab, di mana doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Doa yang dipanjatkan bisa mencakup banyak hal, seperti:

  • Memohon agar amal Ramadan diterima
  • Meminta ampunan atas dosa yang masih tersisa
  • Berharap diberi keistiqamahan setelah Ramadan
  • Memohon keberkahan hidup di masa depan

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa para sahabat, termasuk Sayyidina Ali, mengkhususkan malam hari raya untuk fokus beribadah dan berdoa, meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat.

5. Menunaikan Zakat Fitrah

Malam takbiran juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah, khususnya bagi yang belum menunaikannya di hari-hari sebelumnya. Tujuan utama dari zakat fitrah adalah menyucikan jiwa setelah Ramadan sekaligus membantu kaum fakir agar mereka dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Karena itu, menunaikannya di malam Id menjadi sangat penting agar distribusinya tepat waktu sebelum pelaksanaan sholat Id.

6. Memperbanyak Sedekah sebagai Penyempurna Ibadah

Selain zakat fitrah, sedekah sunnah juga sangat dianjurkan di malam Idul Fitri. Sedekah menjadi bentuk kepedulian sosial dan tanda syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama Ramadan.

Para ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan di momen-momen istimewa seperti ini akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah, meskipun sedikit, tetap memiliki nilai besar di sisi Allah.

7. Mengurangi Aktivitas Sia-sia dan Fokus Ibadah

Salah satu adab penting di malam Idul Fitri adalah menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat. Euforia perayaan sering kali membuat malam ini diisi dengan kegiatan yang justru melalaikan, seperti hiburan berlebihan.

Padahal, para ulama mencontohkan pentingnya tafarrugh (mengosongkan diri) untuk ibadah di malam-malam istimewa. Artinya, sebisa mungkin fokus pada ibadah, zikir, dan doa agar malam tersebut benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.

Malam Idul Fitri sejatinya adalah puncak dari perjalanan spiritual selama Ramadan. Ia bukan sekadar malam perayaan, melainkan momentum untuk menyempurnakan ibadah dan menguatkan hubungan dengan Allah SWT.

Dengan menghidupkan malam tersebut melalui takbir, zikir, doa, sedekah, dan berbagai amalan sunnah lainnya, seorang Muslim tidak hanya meraih kegembiraan lahiriah, tetapi juga kemenangan batin yang hakiki.

Jangan sampai malam yang penuh keutamaan ini berlalu begitu saja tanpa makna. Sebab bisa jadi, di sanalah letak diterimanya seluruh amal Ramadan yang telah kita jalani. Yuk, amalkan!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads