Sebuah pabrik furnitur kayu di Blunyahan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul terbakar dini hari. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah, dengan dugaan kebakaran terjadi akibat api merembet dari kayu yang diletakkan di dekat oven.
Kabid Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan kejadian bermula saat satpam pabrik furnitur melakukan pengecekan rutin sekitar pukul 02.00 WIB. Karena melihat kondisi pabrik aman, dia kembali ke pos penjagaan.
"Selang beberapa menit, warga meneriaki satpam jika ada kebakaran pada oven kayu pabrik furnitur," katanya saat dihubungi detikJogja, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diteriaki warga bahwa pabrik terbakar, satpam bersama sejumlah karyawan pabrik furnitur berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, api masih berkobar.
"Karena tidak padam, salah satu karyawan menghubungi damkar (pemadaman kebakaran)," ujarnya.
Sekitar pukul 03.00 WIB, empat mobil damkar datang ke lokasi kejadian. Selanjutnya petugas langsung melakukan pemadaman api.
Petugas pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan api yang membakar sebuah pabrik furnitur di Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Jumat (13/3/2026) dini hari. Foto: dok. Damkarmat Bantul |
"Pukul 05.40 WIB api berhasil dipadamkan," ucapnya.
Sedangkan untuk korban jiwa, Kristanto menyebut tidak ada. Menurutnya, akibat kebakaran itu hanya menimbulkan kerugian materi.
"Kerugian materi sekitar Rp 30 juta karena ruang oven berukuran 6x4 meter terbakar. Selain itu ada talenan dan kursi hasil produksi yang terbakar," katanya.
Untuk penyebab kebakaran, Kristanto menyebut karena api pada oven membesar. Di sisi lain, di dekat oven tersebut terdapat gudang penyimpanan hasil produksi.
"Penyebab kebakaran karena kayu yang di oven terlalu dekat dengan cerobong, sehingga kayu ikut terbakar dan api semakin membesar lalu merembet ke gudang," ujarnya.
Kristanto menambahkan, bahwa kebakaran di pabrik furnitur tersebut bukan kali pertama. Menurutnya, tahun lalu pabrik tersebut juga mengalami kebakaran.
"Tahun lalu tempat itu juga terbakar, dari data kebakaran terjadi bulan Oktober tahun 2025," ucapnya.
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan insiden bermula saat warga sedang mengobrol di sebelah barat gudang pukul 03.30 WIB. Di tengah obrolan itu, warga melihat ada kepulan asap dari gudang.
"Setelah dicek ternyata gudang produksi furnitur terbakar," jelasnya.
Sudah Berulang Kali Terbakar
Kabid Damkarmat BPBD Bantul Kristanto Kurniawan, menambahkan, pabrik furnitur tersebut sudah berulang kali terbakar. Ini merupakan insiden yang kelima.
"Dari data kami tempat itu sudah terbakar lima kali, dan seingat saya Oktober tahun 2025 pernah lalu terakhir pagi tadi," ujarnya.
Kristanto juga mengungkapkan, bahwa Damkarmat BPBD Bantul telah melakukan inspeksi ke tempat tersebut. Ternyata tempat itu adalah lokasi untuk mengoven kayu agar cepat kering.
"Tempat itu khusus untuk mengoven kayu biar kering, dan beroperasi kalau ada order (pesanan) saja," ucapnya.
Selain itu, masih berdasarkan data, penyebab seringnya kebakaran di tempat tersebut karena kelalaian manusia. Di mana saat oven bekerja, pekerja terkadang meninggalkannya.
"Penyebab kerap terjadi kebakaran karena kelalaian manusia sehingga oven overheat. Karena overheat api jadi semakin besar dan merembet," katanya.
(apu/ahr)


Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja